DENPASAR, radarbali.id -Kasus penembakan di Vila The Palm House Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, Bali agaknya bergeser ke masalah perseteruan antar gengster global.
Hasil investigasi tim gabungan Mabes Polri dan Polda Bali disebut semakin terang adanya konflik antar gengster Meksiko vs Turki.
Tengara ini semakin terang karena penyelidikan kasus tersebut rencananya akan diambil alih oleh pihak Bareskrim, bahkan para pelaku dan pihak korban akan diboyong ke Mabes Polri.
"Pengakuan sementara Roberto dan tiga konconya ke Bali untuk mencari, Turan Mehmet, 30, dan tiga temannya yang diketahui berada di Bali," kisahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan memberikan keterangan datar-datar saja.
Bahwa, masalah tersebut masih dalam tahN penyidikan tim gabungan Polda Bali, Polres Badjng dan Bareskrim.
"Ya, kasus ini melibatkan sesama Orang Asing (OA). Bahkan aksi penembakan, sehingga benar isu bahwa akan dilimpahkan atau diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri," bener sumber petugas, Selasa (6/2).
Pundikatakan, terkait kapan dilimpahkan, juga para pelaku dan korban akan di bawa ke Bareskrim.mabes Polri, sebagai Kabid Humas, mantan Kapolresta Denpasar ini belum ketahui secara pasti.
"Nanti kami akan sampaikan jika sudah ada kejelasan. Koordinasi dengan Divhubinter telah dilakukan," tegasnya.
Baca Juga: Punya Banyak Koleksi Senjata, Joko si Bandar Narkoba itu Mengaku Hanya Pajangan Saja
Juga menyangkut, apakah para pelaku atau para korban merupakan buronan interpol atau tidak, masih dilakukan kros cek oleh pihak Divhubenter Mabes Polri.
"Dan diduga para pelaku merupaka pentolan kartel narkoba pun masih didalami," tutupnya.
Seperti berita sebelumnya, Kombespol Jansen tak menapik bahwa satu pucuk senjata api jenis Baykal Makarov 800 milimeter diduga digunakan untuk melakukan penembakan terhadap pria Turki itu, bisa menggunakan peluru buatan PT. Pindat.
Baca Juga: JKN Penyambung Hidup Nengah Windu yang Mengalami Gagal Ginjal
Karena itu, perwira yang merupakan mantan Wakapolres Badung ini menyatakan, tim gabungan masih dalami soal keterlibatan orang lokal terkait peluru. Pun akan kembangkan soal motif permasalahan sebenEnya, hingga sejak kapan ke dua belah pihak ini terlibat masalah.***