DENPASAR, Radarbali.id- Ulah pelajar yang satu ini benar-benar merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Selain itu memalukan orang tua, dan sekolah. Sebab, anak ini pertontonkan pelanggaran, arogan dan tidak sopan di tengah masyarakat.
Berpakaian seragam Pramuka, kenakan sepatu hitam, terdapat tas di punggung, lalu menunggangi sepeda motor Yamaha Jupiter MX DK 4384 IX, terpaksa diminta untuk menancap rem oleh pemuda pengendara sepeda motor Honda Beat DK 6035 ADR di perempatan jalan Tantular, Renon, Denpasar.
Pelajar ini berhenti, dan diketahui bahwa dari mulutnya mengeluarkan aroma alkohol. Walaupun demikian, pembicaraannya diketahui nyambung, dan merespons secara jelas. Sayangnya, bocah berseragam Pramuka ini diketahui tidak terima karena lelaki berjaket hitam itu memintanya untuk berhenti.
Baca Juga: HEBOH! Kasus Penyelamatan Landak Akhirnya Diatensi Kajati Bali, Sukena segera Ditangguhkan
Seperti dalam video 1 menit 50 detik yang beredar. Dengan nada tinggi yang dilontarkan ABG tersebut, memancing perhatian warga di kompleks tersebut penasaran, lalu berdatangan dan menyaksikan cara dekat. Pelajar itu ditanya dan mengakui dalam kondisi mabuk, namun katanya masih sadar.
Dalam pembicaraan yang disaksikan banyak masyarakat, posisi anak ini duduk di atas sepeda motor menghadap ke arah barat. Sedangkan pria berjaket itu berdiri di samping sebelah kanan, sambil menaruh tangan kiri di leher bagian belakang si bocah.
”Kau mabuk,” tanya lelaki berjaket hitam, sambil menunjuk ke arah barat dan menyampaikan bahwa dirinya telah menabrak seorang ibu di sana. Lalu dijawab dengan nada tinggi dan mengakui bahwa dirinya mabuk. Bahkan dia menuduh pria berjaket ini telah ngawur.
Baca Juga: Menteri Kum HAM RI Perintahkan Jajaran Tindak Tegas WNA Nakal, saat Pembekalan Rakor di Bali
”Gak usah ngomong ngawur,” tuduh pelajar ini kepada sang pemuda dengan nada tinggi dan melotot seolah menantang. Pelajar yang diduga sebelumnya berkendara di tengah kota tanpa kenakan helm kemudian diduga terlibat tabrak sebelumnya, terus ngotot.
Bahkan tega mengeluarkan kata kotor. Dia sempat klaim bahwa dirinya memang mabuk tapi masih sadar. Ucapan penegasannya dengan cara terik itu ternyata disertai caci maki. Walaupun dihujani makian, pengendara motor Honda Beat ini memilih tetap santai.
Ketika menoleh ke tangan kanan diduga membalas chat, dirinya diserang menggunakan tangan kanan. Yang mana, bagian siku mendarat di bagian dada pemuda itu. Pukulan tersebut membuatnya terkejut dan marah, tapi tidak langsung membalas.
Baca Juga: Ungkap Kasus Perdagangan Pekerja Migran, Polres Buleleng Periksa Delapan Saksi
Memilih langkah mundur, sambil membuka helm setelah melihat sang bocah bergegas menurunkan mendongkrak dan turun dari motor. Seperti dalam video itu, yang pelajar memang diketahui tidak begitu sempoyongan ketika melangkah ke arah sang pemuda. Bahkan, pukulan pemuda itu sempat dibalas.
Lalu ada ayunan pukulan dilontarkan pemuda berjaket dan meleset. Pelajar ini justru menyarankan agar pukulan itu di diperbaiki walaupun sedikit. ”Pukulannya dibenerin dikit,” pinta si bocah berpakaian seragam Pramuka ini.
Diduga semakin naik pitam, bocah ini dihajar hingga jatuh. Bahkan aksi pembelajaran secara fisik itu membuat pelajar yang terus berusaha maju atau mendekat ke arah lawan, dipukul mundur hingga menyentuh sepeda motor Yamaha Jupiter yang akhirnya terjatuh. Dari sana lah dia tidak lagi komat-kamit. Kemudian warga melerai.
”Ya benar, barusan sudah datang polisi. Anak itu dibuat kelengar sama pemuda tadi. Bocah itu memang tidak sopan santun dan melakukan kekerasan fisik lebih dahulu," beber Supriyadi, salah satu pedagang, ketikan ditemui di kawasan TKP, Jumat malam itu. Dikatakannya, bocah itu diketahui tabrak lari sehingga dikejar dan di cegat di TKP.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi membenarkan bahwa sebelumnya terjadi lakalantas, lalu terdapat cekcok di Jalan saat kemudian saling memukul. ”Ya, pelaku pakaian sekolah Pramuka menabrak orang di daerah Yang Batu,” jelasnya, Minggu (8/9).
Tak berhenti dan bertanggung jawab, ia kabur, kemudian dikejar oleh warga. Sempat menabrak orang lagi di Simpang Jalan Tantular. Selanjutnya diberhentikan oleh salah satu warga dan saat itu laki-laki yang berpakaian sekolah, melawan dalam kondisi mabuk sampai ada kontak fisik selanjutnya petugas Kepolisian Pospol Renon Polsek Denpasar mengamankan mereka.
Saat itu, pelaku yang diamankan oleh warga diketahui berbaring karena mabuk. Kemudian dibawa ke RS Sanglah menggunakan ambulans BPBD. ”Masih dalam kondisi mabuk, belum dapat dimintai keterangan. Nantinya akan memanggil keluarga dan pihak sekolah. Motor diamankan di Pospol Renon sampai sekarang,” tutup Jubir Polresta Denpasar. ***
Editor : Made Dwija Putera