GIANYAR – Radar Bali.id- Polres Gianyar memahami persoalan ini buntut dari postingan Y dan aksi tindak kekerasan dari para pelaku. Polisi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Ini dirasa teramat sangat perlu, yakni untuk mencegah potensi adanya konflik berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Kapolres menegaskan bahwa upaya penegakan hukum dilakukan dengan serius dan press release yang terbuka. Ini diharapkan agar tidak ada syak wasangka terkait langkah proses hukum yang berlangsung.
Baca Juga: Duh, Pengeroyokan Remaja Terjadi di Buleleng, Satu Menderita Luka Parah
”Upaya kami kumpulkan saudara Flobamora adalah bahwa ini ditangani serius,” ujar AKBP Umar.
Lebih lanjut dikatakan agar setelah kasus ini ditangani kepolisian, agar tidak akan ada lagi aksi lanjutan.
”Jangan sampai merugikan diri. Melalui perbekel dan bendesa serta kelian jangan lagi membuat tindakan membuat keruh suasana. Ini kami sesuai aturan berlaku,” pintanya.
Ia juga mengakui, muncul isu yang harus diredam antar masyarakat. ”Jangan lagi muncul postingan dan isu yang memancing. Maka beri kesempatan polisi menangani,” pungkasnya.
Sementara itu, tersangka Y tidak banyak bicara saat ditanya wartawan. Apa kamu menyesal atas video ini menyebabkan temanmu meninggal? ”Ya,” ujar tersangka Y sambil mengangguk. [*]
Editor : Hari Puspita