MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Pria misterius berprofesi tukang ojek yang nekat perkosa dan rampok perhiasan wanita Tiongkok berinisial JT, saat menikmati tahun baru di Bali masih berkeliaran.
Sebab hingga detik ini yang bersangkutan tak tersentuh oleh pihak berwajib. Walaupun demikian, Polda Bali klaim masih penyelidikan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, bahwa pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali sementara melakukan penyelidikan untuk melakukan pengungkapan terkait siapa terlapor.
Pihaknya telah memintai keterangan saksi korban juga teman-temannya, dan sementara mencari tahu lokasi pangkalan ojek, yang mana tempat pelapor menggunakan jasa transportasi ojek, juga mengecek lokasi TKP.
"Ya, anggota masih melakukan pendalaman di lapangan. Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan," singkat Jubir Polda Bali, Minggu (5/1/2025).
Seperti berita sebelumnya, peristiwa pelecehan seksual sekaligus diperkosa dan perampokan dialami, berlangsung di pinggir jalan, kawasan Jalan Batu Kandik, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Rabu 1 Januari 2025 sekitar pukul 01.20 Wita.
Peristiwa ini bermula ketika wanita yang berdomisili dan bekerja sebagai sales marketing salah satu perusahan di Singapura ini bersama enam orang teman mengikuti acara malam pergantian tahun di Nyang Nyang Beach.
Usai mengikuti berbagai rangkaian acara hingga pesta kembang api, ia dan teman-temannya pulang.
Temtu ke penginapan, yang mana korban inap di salah satu villa di Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.
Mereka semua menggunakan jasa tukang ojek yang mangkal di sana. Mereka semua naik ojek berbeda.
Jalannya pun tidak berbarengan. Tukang ojek yang ditumpangi JT justru menancap gas melalui jalur gelap dan sepi.
Selain itu jalan yang dilalui bukan arah menuju tempat inap. Ketika ditanya, lelaki itu (tukak ojek) mengaku jalur yang dilalui adalah akses tercepat menuju penginapan wanita tersebut.
Karena ketakutan, JT meminta tukang ojek itu putar balik untuk mengikuti jalur yang ramai, namun ditolak.
Apesnya lagi, JT berusaha menghubungi temannya, tapi di sana tidak ada sinyal. JT pun komplain. Saat itu tukang ojek tak dikenal itu menancap rem, berhenti lalu merampas HP dan dibuang ke tanah.
Setelah membuang HP korban si driver menunjukkan text di HP nya yang bertuliskan i want to have sex with you. JT berusaha melawan dan si driver mencekiknya dan melakukan tindak asusila.
Dia langsung gerayangi dan memeluk wanita ini dan berusaha menciumnya. Upaya perlawanan terus dilakukan. Karena disertai ancaman, dan dibanting ke tanah, perempuan tersebut ketakutan dan pasrah.
Usai melakoni aksi bejat, tukang ojek itu berusaha memeras. Tukang ojek meminta uang. Korban mengaku tidak bawa uang. Mendapat jawaban itu, dia menggeledah tas.
Karena tak menemukan uang, dia mengambil gelang berlian milik korban lalu kabur. JT kemudian lari ke rumah warga yang terdekat dan meminta pertolongan untuk menelpon temannya.
Dia dibawa ke RS setelah temannya datang, kemudian buat laporan ke Polda Bali. Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/B/6/I/2025/SPKT/POLDA BALI, wanita ini menceritakan tentang apa yang dialami kepada pihak berwajib. Termasuk ciri-ciri terlapor.***
Editor : M.Ridwan