MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Terungkap sudah peristiwa penebasan terhadap sopir bernama Yohanis NB, 37, di depan Kafe Aseman, Jalan Bypass Ngurah Rai, Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis 13 Februari 2025 sekira pukul 02.50 Wita.
Pelaku inisial MMK asal Belu, NTT, diciduk di tempat persembunyian, dikos pamannya di daerah Glogor Carik, Denpasar Selatan, Kamis 13 Februari 2025 sekira pukul 13.15 Wita.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kuta Selatan Kompol Gusti Ngurah Yudistira, S.H, M.H., mengatakan setelah menerima laporan dari istri korban bernama Noviana Kewu Deki, 38, tim dikerahkan melakukan penyelidikan.
Baik memintai keterangan saksi dan bukti petunjuk berupa CCTV. Akhirnya dihadapi ciri-ciri terduga pelaku.
Kemudian menyisir seputaran TKP. karena menurut keterangan para saksi terduga pelaku tempati salah satu dari beberapa deretan kosan yang berada di dekat TKP.
Walaupun sudah kabur, namun yang bersangkutan diamankan di tempat persembunyian.
"Polisi dapat mengamankan pelaku ditempat pamannya tinggal," ungkap mantan Kapolsek Denpasar Timur ini.
Yang bersangkutan diamankan tanpa perlawanan.
Dia mengakui perbuatannya sambil menyerahkan barang-barang yang digunakan saat kejadian yakni senjata tajam jenis parang.
Kini pria asal Belu, NTT sudah diamankan BB di mako Polsek Kutsel guna proses lebih lanjut.
"MMK akui melakukan penebasan karena merasa kesal, bahwa saudara pelaku dipukul oleh korban dan teman-temannya. Kami masih dalami keterangan kedua belah pihak," pungkasnya.
Untuk diketahui, sang istri awalnya di telepon teman suami dan menyuruh bergegas ke Rumah Sakit Surya Husada Nusa Dua. Tibanya di UGD Rumah Sakit Surya Husada Nusa Dua, dia melihat Suaminya sedang mendapatkan penanganan dari Tim Medis karena dalam kondisi berdarah-darah serta terdapat Luka terbuka di wajah, kepala atas dan kepala belakang.
Dia sempat bertanya ke korban, Apa yang terjadi, suami menjawab bahwa ditebas oleh seseorang menggunakan parang. Mendapatkan penjelasan itu, sang istri langsung melaporkan ke Polsek.
Seperti berita sebelumnya, Kronologis kejadian, bermula ketika Yohanis dan beberapa temannya yang berprofesi sebagai sopir, karaoke sambil minum bir di Cafe Aseman, Nusa Dua, Bali sekitar pukul 11. 30 Wita hingga sekira pukul 02.00 Wita.
Baca Juga: Jam Masuk Kerja Pegawai Negeri selama Puasa Ramadhan, Aturan Libur Lebaran, dan Cuti Bersama
Ketika keluar dan hendak pulang, Yohanis diteriaki "anjing" oleh salah satu pria berada di areal kos yang letaknya berhadapan dengan kafe. Yohanis bertanya, "apa maksudnya berteriak begitu,".
Terjadi cekcok mulut. Namun berhasil dilerai beberapa teman dan warga setempat. Ketika hendak pulang, ada yang teriak dari kos "tunggu". Tidak berselang lama, beberapa orang keluar dari kos, salah satunya membawa senjata tajam jenis parang.
Pria misterius itu berlari mengarah ke Yohanis dan mengayunkan sajam dan menebas kepala dan wajah pekerja sopir ini. Akibatnya, korban alami tiga luka robek.
Yakni pada hidung, kepala atas dan belakang. Setelah melakukan penebasan, pelaku langsung kabur. Selanjutnya, teman-teman Yohanis langsung membopongnya masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit Surya Husada, Nusa Dua.
Karen di RS ini tidak dilengkapi perangkat ct scan, selanjutnya di rujuk ke Surya Husada Denpasar untuk dilakukan ct scan. Sementara itu pelaku yang telah kabur itu sementara dikejar. Kasus ini ditangani Polsek Kuta Selatan.
Pihak kepolisian telah memintai keterangan beberapa saksi yang ikut karokean di Kafe Aseman. Selain Yohanis (korban), ada saksi Ranto, Supri, Leo, Iko dan Adi Lusi. Para saksi ini pekerjaan sopir online gokar.***
Editor : M.Ridwan