DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Lelaki inisial SU, 67, ditemukan tewas di kebun warga Jalan Pura Demak, V, Denpasar Barat, Sabtu 22 Februari 2025, dengan luka disayat di wajah, disurga murni penganiayaan.
Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu kuat dugaan dibunuh oleh seorang kernet pickup yang selama ini membantunya ketikan pengangkutan barang.
"Ya, ada yang melihat sopir (korban) terduga pelaku (kernet) terlibat cekcok sebelum jasadnya ditemukan di kebun pisang milik warga," beber seorang warga bernama sapaan Aan, Minggu (23/2/2025).
Dikatakan warga ini, kejadianya naik mobil pick-up putih dengan nomor polisi DK 8775 CZ mampir di TKP, untuk mengambil kayu.
Lantaran keseharian korban yang akrab disapa Pak No memang bekerja sebagai pengumpul kayu sisa bongkaran bangunan proyek, yang kemudian akan dijual.
Sesampainya disana, SU dan terduga pelaku terlibat cekcok mulut. Diduga permasalahannya terkait uang pengangkutan kayu.
"Warga sekitar sempat dengar mereka ribut, tapi tidak ada yang berani melerai," tambahnya.
Tiba-tiba, tidak terdengar lagi suara kedua orang itu berselisih. Diduga, saat itulah terduga pelaku menghabisi nyawanya menggunakan balok kayu yang dihantamkan ke arah kepala, sehingga dahi pecah dan tewas seketika.
Setelah menghilangkan nyawa SU, sang kernet langsung pergi dan meninggalkan mobil pikap warna putih di TKP.
Ternyata, pembunuh itu mendatangi rumah kakaknya di kawasan Monang-Maning, dan menceritakan apa yang telah dia perbuat. Sang kakak lantas memberitahu anak korban soal kejadian itu.
Sehingga, anak korban bergegas ke TKP dan menemukan sang ayah sudah tak bernyawa. Sementara itu, dari sumber lain Polsek Denpasar Barat yang melakukan penyelidikan atas kasus ini disinyalir sudah mengamankan pelaku.
Hanya saja, sumber berkompeten di di Polsek Denbar belum bisa memberikan keterangan terkait hal itu.
Walaupun demikian, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan perkembangan penyelidikan akan pihaknya sampaikan nantinya.
"Sejauh ini saya belum mendapatkan laporan perkembangan penyelidikan.Kalau sudah ada, nanti akan diinfokan lebih lanjut," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan