DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Ada keanehan dalam penyelidikan kasus oplosan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.801.32, Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat, Bali.
Sebab, SPBU tersebut menutup lilitan garis polisi pada dispenser Pertamax dan tangki penyimpanan BBM di bawah permukaan tanah menggunakan kantong berwarna hitam.
Kantong hitam tersebut memicu kecurigaan masyarakat bahwa dalam kasus tersebut diduga terjadi kongkalikong antara pihak SPBU dan oknum anggota.
"Pemasangan garis polisi ini tidak sembarangan," cetus warga yang resah dengan ulah SPBU tersebut.
Tali dengan perpaduan warna kuning dan hitam, menunjukkan garis polisi yang asal-usulnya milik Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam rangka melakukan penyelidikan maupun penyidikan atas dugaan tindak pidana.
"Tanda (garis polisi) itu justru ditutup lho. Ini sudah tidak benar," cetus singkat sumber yang merupakan warga setempat. Dikatakan, masalah tersebut sangat serius, dugaan praktik korupsi Pertamax oplos Pertalite.
"Harus diusut tuntas. Berharap Kejaksaan juga ikut turun tangan melakukan pengusutan," pinta warga mengakhiri pernyataannya. Terkait ini, beberapa karyawan yang ditemui di SPBU membenarkan.
Bahwa penutupan garis polisi menggunakan kantong hitam dilakukan SPBU. "Ya, penutupan garis polisi menggunakan kresek hitam atas inisiatif bos SPBU," singkat salah satu dari sejumlah karyawan yang ditemui di TKP.
Sementara Penanggung Jawab SPBU, Drs.Made Pandja tidak banyak bicara ketika dikonfirmasi via telepon dan enggan berkomentar mengenai penutupan lilitan garis polisi pada dispenser Pertamax dan tangki penyimpanan BBM.
"Maaf ya, nanti saya hubungi kembali karena sedang sembahyang," singkatnya.
Terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, enggan berkomentar banyak. "Saya konfirmasi dulu ke pihak yang menangani kasus tersebut," pungkas juru bicara Polresta Denpasar. (dre)
Editor : Rosihan Anwar