DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Memalukan! Tajen yang merupakan tardisi masyarakat Bali atau yang biasa disebut tabuh rah tapi memakan korban jiwa. Itu yang terjadi di Songan, Bangli pada erkait peristiwa tajen di Desa Songan ,Kintamani Bangli,Sabtu (14/6/2025) sore.
Gubernur Bali Wayan Koster sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan yang menewaskan satu orang.”Pertama,sangat menyangkan kejadian tindak kekerasan di arena tajen yang mengakibatkan korban jiwa,”kata Koster saat dihubungi kemarin (15/6).
Gubernur Bali meminta aparat penegak hukum supaya kasus ini diusut tuntas dan bertindak tegas terhadap pelaku. Jangan sampai terjadi peristiwa serupa.
”Kepada aparat keamanan dan penegak hukum agar bertindak tegas terhadap pelakunya,” terang Mantan DPR RI ini.
Dengan adanya kasus ini, masyarakat tidak terprovokasi dan menahan diri tidak melakukan melakukan apapun. Serahkan semua ke aparat yang berwenang. Pejabat yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini meminta masyarakat menjaga kondisi lingkungan tetap kondusif.
”Masyarakat setempat agar tidak terprovokasi oleh pihak manapun terkait peristiwa tersebut,agar menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif,” jelasnya.
Bupati Bangli serta forkopimda didesak segera menyikapi peristiwa tersebut. Pascaperistiwa ini tragedi kericuhan sabung ayam itu, situasi harus tetap terjaga aman dan nyaman.
Bahkan, mengenai aktivitas tajen di Bali Koster akan kaji ulang dalam penyelenggaran untuk mencegah aksi kriminalitas. Terlebih sabung ayam saat ini telah bergeser menjadi perjudian.
”Ke depan penyelenggaraan tajen perlu diawasi dengan ketat agar peristiwa demikian tidak terjadi secara berulang ulang,” tandasnya.
Seperti diketahui keributan telah terjadi di arena tajen atau sabung ayam di Songan, Bangli pada Sabtu (14/6). Insiden penganiayaan itu menyebabkan satu korban meninggal dunia dan satu lagi masih kritis di rumah sakit. Korban tewas bernama Komang Alam Sutawan setelah mengalami luka serius dibawa ke RS Bangli korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu I Wayan Luwes mengalami luka serius dan telah dirujuk ke RS Prof Ngoerah.***
Editor : M.Ridwan