Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duo Gengster Penembak Misterius Tak Tersentuh Tim Khusus Bentukan Kapolda, Forensik Lakukan Pemeriksaan Luar Jenazah Zivan, Ini Curhat Sang Istri

Andre Sulla • Selasa, 17 Juni 2025 | 03:05 WIB
SELIDIKI: Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, S.I.K update penyelidikan penembak WNA Australia
SELIDIKI: Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, S.I.K update penyelidikan penembak WNA Australia

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Duo pelaku penembak misterius yang mematikan lelaki Australia bernama Zivan Radmanovic, 32, tewas di tempat dan satu lainnya Sanar Ghanim, 35, alami luka serius, tak tersentuh. Tim khusus yang dibentuk Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.IK., M.Si., masih mencari tempat persembunyian ke duanya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., menyatakan bahwa Tim khusus yang dibentuk Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.IK., M.Si., sementara melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga Senin (16/6). Walaupun upaya pengungkapan masih dilakukan namun Juru Bicara Polda Bali yakin lambat atau cepat, pelaku-pelaku akan diamankan.

Kepolisian Daerah Bali (Polda Bali) kerahkan seluruh direktorat backup Polres Badung mengungkap kasus penembakan sadis oleh gengster misterius. Tentu terhadap dua Warga Negara Asing (WNA) Australia bernama Zivan Radmanovic, 32, tewas di tempat dan satu lainnya Sanar Ghanim, 35, alami luka serius.

 Baca Juga: 30 Pemain Timnas U-23 yang Dipanggil Gerald Vanenburg untuk Hadapi Malaysia, Thailand, dan Vietnam di Piala AFF U-23

Tim gabungan mendapatkan beberapa instruksi dari pimpinan, salah satunya adalah berhati-hati karena dua terduga pelaku masih memegang senjata api. Menariknya, jika dalam melakukan penangkapan nanti dan para gengster itu melawan, maka jangan ragu melepas tembakan dengan sistem tindakan tegas terukur.

Disinggung mengenai, apakah dua pelaku itu masih di Bali atau sudah di Luar? Mantan Kabid Humas Polda NTT ini mengaku jajaran telah melakukan penjagaan di pintu keluar, baik darat maupun udara. Juga telah gandeng Imigrasi dan bahkan sementara koordinasi dengan Polisi Australia, melalui jalur Hubungan Internasional (Hubinter) jika ada indikasi dua terduga pelaku melarikan diri ke Luar Negeri.

Juga berkoordinasi dengan semua stakeholder termasuk teman-teman Polda tetangga Jawa Timur, dan Nusa Tenggara untuk mengejar keberadaan pelaku. Hingga saat ini, sebanyak tujuh saksi telah dimintai keterangan, dan jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah.

 Baca Juga: Wujud Nyata Tranformasi Digital! Kemudahan Akses Layanan Kesehatan Melalui Aplikasi Mobile JKN

"Selain itu, kondisi korban selamat dan proses autopsi jenazah juga menjadi fokus penyelidikan. Dalam waktu dekat, kami akan mintai keterangan korban selamat," kisahnya Selas (16/6). Sanar yang merupakan korban selamat dari insiden penembakan ini, telah keluar dari rumah sakit. "Ya, korban dan saksi-saksi berada dalam pengawasan serta penanganan penyidik," timpalnya.

Keterangannya akan menjadi kunci dalam pengungkapan perkara tersebut. Hal ini berarti Sanar Ghanim dan istrinya inisial Daniela, maupun istri Zivan inisial Gourdeas Jazmyn, belum diizinkan kembali ke negara asal mereka dan masih berada di Bali untuk kepentingan penyidikan.

Saat ini, fokus utama masih pada penyelidikan internal. Ciri-ciri dan identitas terduga pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, alat bukti, dan rekaman CCTV. "Intinya kami masih melakukan penyelidikan. Hingga detik ini tim gabungan dibentuk masih berada di lapangan," pungkasnya.

 Baca Juga: 1,9 Juta Penerima Bansos Dicoret, Cek Daftar dan Usulan Baru Bansos PKH dan BPNT 2025

Terpisah, Ahli Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr. Dudut Rustyadi mengatakan jenazah Zivan Radmanovic saat ini masih disimpan di lemari pendingin kamar jenazah RSUP Prof IGNG Ngoerah, Sanglah, Denpasar. Pihaknya pun telah mengirimkan hasil pemeriksaan luar kepada Polres Badung.

Namun, untuk autopsi belum bisa dilaksanakan. Karena, masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga korban. "Ya, berharap autopsi dapat segera dilakukan, paling cepat Selasa (17/6), atau sehari setelahnya, guna mengetahui pasti rincian atau jenis luka dan penyebab kematian," pinta dr. Dudut.

Pihak Forensik sudah koordinasi ke polisi, bahwa formalnya perlu satu keluarga yang setuju untuk dilakukan autopsi. Adapun, dari pemeriksaan luar yang dilakukan, dr. Dudut mengungkapkan adanya empat jenis luka pada tubuh Zivan Radmanovic.

 Baca Juga: Iran vs Israel Terkini: Tiga Pejabat Intelijennya Tewas, Iran Minta Penduduk Israel Mengungsi

Rinciannya, luka terbuka, memar, dan lecet. Luka terbuka ini meliputi luka robek dan diduga luka tembak. "Ada empat jenis luka. Luka terbuka, memar, lecet. Luka terbuka ini ada dua, luka robek dan diduga luka tembak," terangnya.

Luka-luka ini ditemukan tersebar di wajah, badan, dan tangan.Diduga luka tembak ditemukan di dada kiri, perut, punggung tangan, dan bokong. "Selain itu, terdapat luka terbuka yang konsisten dengan kekerasan akibat benda tumpul di wajah, dagu, bahu kiri, punggung tangan, dan kaki," kisahnya.

Dokter Dudut menjelaskan bahwa luka yang mirip dengan mortir peluru dapat meninggalkan jejak lecet, yang juga bisa ditemukan pada luka tembak. Untuk kepastiannya, diperlukan autopsi mendalam. "Apakah karena kekerasan tumpul atau yang diduga luka tembaknya menyebabkan meningga, belum bisa dipastikan," pungkasnya.

 Baca Juga: Tokopedia dan TikTok Shop Gandeng Kemenparekraf Dorong Talenta Muda Jadi Kreator Lewat Program Creators Lab di Bali

Seperti berita sebelumnya, para penembak dan dua korban ini diduga sama-sama kelompok gengster di Australia. Analisa menyangkut dugaan tersebut berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi. Salah satunya Gourdeas Jazmyn, 29, istri dari almarhum Zivan pemilik No. pasport RA8737XXX.

Kepada penyidik, wanita pemilik no paspor RA8465XXX ini sebut masih tak menyangka secepat itu sang suami pergi meninggalkan dirinya saat liburan di Bali. Keterangan awal dari wanita masih alami trauma dan syok berat akibat peristiwa berdarah, sama sekali tak mengenali para pelaku.

Setahunya pintu villa sudah dalam keadaan terkunci secara otomatis menggunakan sidik jari. Dia ketiduran sekitar pukul 00.00 WITA. Terkejut ketika mendengar suara dobrakan pintu gerbang, disertai bunyi letusan senjata api,

di Villa Casa Santisya 1, Gang Maja, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu 14 Juni 2025 sekira pukul 00.20 WITA.

 Baca Juga: Iran vs Israel Terkini: Tiga Pejabat Intelijennya Tewas, Iran Minta Penduduk Israel Mengungsi

Sang suami yang  terbangun untuk mengecek, ternyata langsung di tembak berulang kali dari pintu kamar hingga ke dalam toilet. Karena ketakutan, dia mengintip dari cela bed cover. Terdapat pelaku menggunakan jaket orange terang, helm hitam gelap.

Dia menangis terdiam sambil menyaksikan Zivan ditembak berulang kali di dalam toilet. Mengetahui suaminya tergelak tak berdaya dan bersimbah darah, penembak misterius itu keluar, lalu melangkah ke kamar yang ditempati Sanar.

Wanita yang posisinya tempat tidur itu hanya mendengar bunyi tembakan berkali-kali dan teriakan Sanar. Mengetahui dua pelaku yang sempat berkomunikasi menggunakan bahasa Australia itu pergi, Sanar bangun dan lari ke luar villa, mencari istrinya sudah kabur. Karena tak melihat sang istri bernama Daniela, Sanar  teriak minta tolong kepada warga setempat.

Sementara itu, Gourdeas bergegas bangun dan melihat suami. Ia sempat memeluk suaminya terkapar di lantai toilet berlumuran darah. Sempat mengecek denyut nadi suami dan ternyata sudah tidak berdetak lagi. Sementara itu, saksi Daniela istri dari Sanar terbangun ketika mendengar suara letusan di kamar ditempati Zivan dan Gourdeas. Saat itu dia melihat seorang laki-laki menggunakan jaket warna hijau.

Pria yang kenaka  masker warna gelap serta helm berwarna gelap, berusaha masuk ke dalam kamar yang ditempatinya bersama suami. Karena ketakutan, ia berusaha selamatkan diri dengan cara berlari keluar villa. Di luar, melihat ada dua motor matic terparkir halaman villa. Dia berlari ke arah timur. Ternyata lelaki misterius itu menembak suami yakni Sanar, pemilik No. Pasport RA4697XXX.

Kejadian ini membuat beberapa saksi merupakan warga lokal mengaku bergegas keluar dan mengecek apa yang terjadi setelah mendengar bunyi letusan berkali-kali. Namun dua pelaku itu bergegas kabur setelah salah satunya mengatakan,“I Cant Start My Bike,” begitu yang dikutip salah satu dari sejumlah saksi warga lokal. Setelah dirasa aman para saksi mengecek ke TKP dan terlihat pintu villa sudah hancur.

Di dalam villa terdapat dua korban asal australia bersimbah darah. Satu meninggal dan satunya tewas. Sanar dan istri dari Zivan meminta menghubungi pemilik villa, ambulan dan kepolisian. Zivan Radmanovic meninggal dunia akibat sejumlah luka tembakan dan dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Sementara Sanar Ghanim mengalami luka tembak dan dilarikan ke BIMC Hospital Kec. Kuta, Kab. Badung.

Berdasarkan hasil Identifikasi Ident Polres Badung dan Inafis Polda Bali, Zivan alami 1 luka tembak telapak kaki kanan, 2 luka tembak pada dada kiri dan sekujur tubuh. Bahkan peluru masih bersarang sehingga akan dilakukan autopsi. Untuk diketahui. Villa Caca Santistya 1, terdapat 3 kamar yang ditinggali 5 orang penghuni. Kamar 1 dihuni oleh Korban Zivan dan istrinya Gourdeas. Kamar 2 dihuni oleh Stijs, kamar 3 dihuni Sanar Ghanim dan istri Daniela.***

Editor : M.Ridwan
#WNA Australia #penembakan #kehilangan jejak