Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kisah Pilu di Balik Aksi Brutal Gangster Australia di Villa Casa Cantisya, Punya Firasat Semakin Cantik Jelang Ultah, Jadi Petaka Suami Dibunuh

M.Ridwan • Rabu, 25 Juni 2025 | 07:32 WIB

 

KI-KA: Sary Latief, Pahrur Dalimunthe, dan Boris Tampubolon, kuasa hukum hukum Gourdeas Jazmyn, 29, istri dari almarhum Zivan Radmanovic, 32.
KI-KA: Sary Latief, Pahrur Dalimunthe, dan Boris Tampubolon, kuasa hukum hukum Gourdeas Jazmyn, 29, istri dari almarhum Zivan Radmanovic, 32.

Hati wanita mana yang tidak hancur berkeping-keping. Gourdeas Jazmyn akhirnya merayakan Ulang Tahun bersama jenazah suami Zivan Radmanovic, 32, di kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah, Denpasar, Selasa 16 Juni 2025.

 

SELASA 16 Juni 2025 merupakan hari bahagia bagi wanita Australia bernama Gourdeas Jazmyn. Namun bukan kebahagiaan yang diperoleh namun kisah pilu yang dirasakan.

Sebab ia terpaksa merayakan momen bertambah usia 30 tahun di samping jenazah suami terkasih hakni Zivan Radmanovic, 32, di kamar mayat Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah, Denpasar, pada hari istimewanya, akibat aksi penembakan sadis gangster Aussie di Villa Casa Cantisya 1, Gang Maja, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi, Badung, Sabtu 14 Juni 2025.

Jazmyn mengaku tidak memiliki firasat buruk sama sama sekali. Namun firasatnya semakin cantik menjelang usia 30 tahun. Ini dirasakan ketika ia berkaca di dalam kamar rumahnya beberapa hari sebelum diajak liburan, honeymoon sekaligus merayakan ulang tahun di Bali.

Ternyata firasat itu berubah menjadi duka mendalam ketika berada di Bali. Jazmyn dan Zivan tiba di Bali, Kamis 12 Juni 2024. Mereka menginap di Villa yang telah di kontrak dan ditempati Sanar Ghanim, 35, dan sang istri Daniela, 27. Selain Zivan dan Sanar sudah saling kenal. Status Jazmyn dan Daniela bersaudara kandung.

Setelah menikah, keduanya belum pernah honeymoon. Karena itu ke pasutri ini diketahui sangat bahagia sejak hari pertama tanggal 12 Juni 2025 dan hari kedua Jumat 13 Juni 2025. Belum sampai pada puncak perayaan ulang tahun Jazmyn, ternyata petaka maut menjemput nyawa sang suami, Sabtu dini hari 14 Juni 2025.

Karena itu wanita tersebut masih alami syok dan trauma berat sampai detik ini. "Dia hanya merasakan firasat semakin cantik, tidak ada firasat lai. Dengan adanya peristiwa ini, klien kami shock dan trauma," ungkap kuasa hukum Sary Latief, di Kuta Utara, Selasa (24/6).

 Baca Juga: Eksekusi Berjalan Lancar, Pengempon Pura Taman Kemuda Saraswati Kembali Rebut Tanah Seluas 3,5 Hektare di Sayan Ubud Setelah PK MA

Didampingi dua rekan yakni Pahrur Dalimunthe, dan Boris Tampubolon, Sary menjelaskan, istri almarhum susah empat kali dimintai keterangan oleh penyidik. Pemeriksaan terakhir terkait identifikasi terhadap ketiga gangster mematikan yakni Darcy Francesco Jenson, 37. Coskun Mevlut, 23. Dan Tupou Pasa I Midolmore, 37.

Saat itu, polisi mendesain dengan dibatasi kaca agar psikologis klien kami tak terganggu. "Klien kamu dan saksi-saksi yang lain, sama sekali tidak mengenali pelaku," ungkapnya.

Sambung, Pahrur Dalimunthe, kliennya juga tidak mengetahui pasti motif penembakan terhadap suaminya. Karena itu, tim kuasa hukum menduga kuat kasus penembakan yang dilakukan tiga pelaku itu terorganisir dan terencana. Ini diketahui berdasarkan hasil autopsi jasad almarhum dan keterangan polisi.

"Kemarin mendapatkan hasil visum dari kedokteran forensik. Meninggalnya itu akibat luka tembak di dada kiri mengenai jantung. Kuat dugaan ini sudah terencana,"tegas Boris Tampubolon.

Selain itu, para pelaku juga menyiapkan senjata api dan kendaraan secara sistematis dengan tujuan menghilangkan jejak bahkan bukti pistol.

Bahkan, mereka menginap di hotel mewah di Jakarta sebelum akhirnya seorang diamankan di Jakarta karena berusaha kabur keluar negeri. Bahkan dua ditangkap ketika sudah di Singapura. "Pasangan ini sempat dinner dan kembali ke villa dini hari. Saat mau tidur, pelaku datang dan melakukan penembakan secara brutal,"beber Sari Latief.

 Baca Juga: Suka Marah Kalau Perintahnya Tak Dituruti, Segini Vonis Hukuman Eks Ketua LPD Desa Adat Intaran, Sanur

Ia menyebut kejadiannya begitu cepat, bahkan ZR dikejar sampai kamar mandi. Mendengar suara tembakan, istrinya langsung syok tak berani bergerak, hanya bisa menutupi tubuhnya memakai selimut. Disinggung mengenai kasus ini bermuara dari sebab akibat, apa sebabnya? Para pengengacara tidak bisa berkomentar. 

Terlepas dari itu semua, kasus pembunuhan ini sebagai suatu kejahatan dan kaitannya dengan nyawa. Karena itu, melalui tim kuasa hukum, istri maupun keluarga almarhum berharap polisi mengusut tuntas kasus ini, termasuk pemasok senjata api kepada para pelaku.

Boris menuturkan, tentunya mereka tidak mendapat senjata di jalanan. Berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali karena akan menjadi nilai buruk bagi Bali di mata internasional. Dikatakan, korban tewas seorang pengusaha alat berat dan bisnis properti.

Dia dikenal sebagai tulang punggung keluarga dan penyayang terhadap istri dan anak. "Pasangan ini memiliki dua anak kandung berusia 3 tahun dan 9 tahun, serta empat anak angkat yang sulung berusia 12 tahun," tambah Boris.

Menimpali Boris, Sary kembali menjelaskan, anak-anak mereka berada di Australia dan memang tidak ikut ke Bali. Sedihnya lagi, baru pertama kalinya untuk merayakan ulang tahun istrinya. "Tetapi, dia justru merayakan ulang tahun berkunjung ke rumah duka, ke Forensik melihat jasad suaminya," ucap Sary.

Sang istri pun berharap bisa segera kembali ke Australia bersama jasad sang suami meskipun dalam kondisi trauma, termasuk bagaimana menjelaskan kepada anak-anaknya. "Klien kami berterima kasih ke tim gabungan Kepolisian, karena telah menangkap tiga pelaku, berharap motif dan lain-lain segera terungkap," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#RS Prof Ngoerah #Ulang tahun #Penembakan WNA Australia #Zivan Radmanovic