Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Update! Satu Pistol Mematikan Milik Gangster Australia Ditemukan di Sungai, Satu Lagi Masih Dicari, Eksekutor Masuk Bali via Jakarta

Andre Sulla • Jumat, 27 Juni 2025 | 04:35 WIB
HASIL PENCARIAN: Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, SH., S.I.K, M.Si., pimpin jumpa pers di Polres Badung, Kamis (26/6/2025).
HASIL PENCARIAN: Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, SH., S.I.K, M.Si., pimpin jumpa pers di Polres Badung, Kamis (26/6/2025).

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Tiga gangster Australia, Darcy Francesco Jenson, 37, Coskun Mevlut, 23, dan Tupou Pasa I Midolmore, 37, akhirnya mulai berbicara. Pengakuan memberikan titik terang dalam penyelidikan penembakan di Bali.

Salah satu dari dua pistol yang digunakan dalam penembakan fatal itu telah ditemukan di sungai di Tabanan. Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dalam konferensi pers di Polres Badung pada Kamis, 26 Juni 2025.

Ketiga tersangka dihadirkan dalam jumpa pers tersebut, dalam keadaan terantai dan mengenakan pakaian tahanan. "Hasil pengembangan selama ini mulai membuahkan hasil. Salah satu dari dua pistol telah kami amankan," ungkap jenderal bintang dua ini.

Dijelaskan, Darcy Francesco Jenson tiba di Bali lebih dulu pada awal April 2025. Dia diduga menyediakan berbagai perlengkapan, termasuk pistol, dua sepeda motor Yamaha Lexi, sebuah Toyota Fortuner putih (DK 1537 ABB), dan sebuah Suzuki XL 7 putih (DK 1339 FBL).

Selama di Bali, dia menginap di salah satu hotel yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Coskun Mevlut dan Tupou Pasa I Midolmore menyusul, tiba di Indonesia pada Senin, 9 Juni 2025, melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta. Mereka kemudian naik bus menuju Sidoarjo, Jawa Timur.

Darcy mengendarai Fortuner dari penginapannya untuk menjemput kedua rekannya. Sesampainya di Tabanan, dia menukar mobil Fortuner dengan Suzuki XL 7 untuk melanjutkan penjemputan. Setelah bertemu, ketiganya kembali, menyimpan Suzuki XL 7 di Tabanan, lalu melanjutkan perjalanan dengan Fortuner. Mereka tiba di Further Hotel, Jalan Pantai Pererenan No. 84, Pererenan, Mengwi, Badung, pada Rabu, 11 Juni 2025.

Lebih lanjut diuraikan, Jazmyn dan Zivan tiba pada Kamis, 12 Juni 2024, dan sampai di Bali pada Jumat, 13 Juni 2025. Mereka menginap di Villa Casa Cantisya 1, Gang Maja, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi, Badung. Vila ini disewa selama dua bulan dan ditempati oleh Sanar Ghanim, 35, dan istrinya Daniela, 27.

Zivan dan Sanar sudah saling mengenal, sementara Jazmyn dan Daniela adalah saudara kandung. Pasangan ini belum pernah berbulan madu, membuat perjalanan mereka ke Bali untuk ulang tahun Jazmyn yang ke-30 dan bulan madu menjadi semakin menyedihkan.

Petaka maut menjemput nyawa Zivan pada Sabtu dini hari, 14 Juni 2025, hanya beberapa hari sebelum ulang tahun Jazmyn. Jazmyn, yang masih sangat syok dan trauma, terpaksa merayakan ulang tahunnya yang ke-30 pada Senin, 16 Juni 2025, di samping jenazah suaminya di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah, Denpasar. Dia mengaku tidak memiliki firasat buruk sama sekali sebelum perjalanan tersebut.

Aksi Penembakan dan Pelarian Pelaku

"Sebelum beraksi, Coskun mengenakan jaket Gojek, dan Tupou juga mengenakan jaket Gojek serta membawa palu," ungkap Kapolda, menambahkan bahwa aksi brutal itu dilakukan pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Setelah itu, para pelaku bergegas kabur menggunakan Fortuner, meninggalkan dua unit motor tidak jauh dari TKP. "Saat itu juga para pelaku langsung check out dari hotel dan kabur. Modusnya estafet, Fortuner ditinggalkan di Tabanan, mereka menyeberang ke Jawa menggunakan Suzuki XL 7," imbuh Kapolda. 

Para pelaku membuang sejumlah barang bukti di beberapa tempat terpisah, rata-rata di jalan, termasuk senjata genggam. Akhirnya, satu dari dua senjata yang digunakan ditemukan di salah satu sungai di kawasan Tabanan.

Mengenai senjata yang ditemukan, kedua eksekutor sama sekali belum mengakui siapa yang memegang, siapa yang menembak korban yang mana, dan siapa yang membuang. "Barang bukti senjata genggam ditemukan di dalam sungai, jaraknya tujuh meter dari posisi dibuang," tambahnya.

Fortuner ditemukan di kawasan Jalan Anyelir VI, Dauh Peken, Tabanan, sementara Suzuki XL 7 ditemukan di Jalan Bungurasih Timur No. 42, Sidoarjo, Jawa Timur. Dari Sidoarjo, mereka naik travel menuju Bandara Soekarno Hatta.

Pihak kepolisian sedikit kesulitan untuk mengungkap motif, karena Coskun dan Tupou banyak diam saat diinterogasi. Meskipun demikian, pihaknya mempertajam penyelidikan terkait motif. "Saat ini kami masih berkomunikasi dengan AFP dan pengacara pelaku," jelasnya.

Pengungkapan kasus ini didukung oleh hasil penyelidikan ilmiah (scientific crime investigation). Mengenai apakah senjata api tersebut pabrikan atau rakitan, Kapolda Bali mengaku masih akan diuji di laboratorium. Uji balistik juga akan dilakukan di Labfor Polda Bali. "Apakah ini senpi lokal atau asing, masih diteliti," kata Kapolda.

Disinggung terkait apakah ada otak di balik kejadian ini, Kapolda mengatakan bahwa hal itu masih didalami. Bahkan, sejauh ini sudah 23 saksi yang diperiksa. "Korban dan saksi-saksi asal Australia sudah pulang, sebab akan dimakamkan di sana," pungkas Kapolda.***

Editor : M.Ridwan
#kapolda bali #gangster australia #pistol #Penembakan WNA Australia #Darcy Francesco Jenson