Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! WNA Rusia Jadi Korban Pengeroyokan dan Pemerasan, Diduga Libatkan Oknum Imigrasi dan Bandit Ukraina

Andre Sulla • Selasa, 15 Juli 2025 | 18:41 WIB

 

BONYOK: RSM, 42,  menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit akibat luka serius di deritanya akibat aksi pengeroyokan brutal.
BONYOK: RSM, 42, menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit akibat luka serius di deritanya akibat aksi pengeroyokan brutal.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Seorang pria asal Rusia berinisial RSM, 42, mengaku menjadi korban pengeroyokan dan pemerasan secara brutal. Diduga melibatkan dua pria bertopeng asal Ukraina serta diduga dibantu oleh oknum dari pihak Imigrasi berjumlah dua orang.

Kejadian mengerikan itu dilaporkan terjadi di kediamannya di kawasan, Jimbaran, Badung, Bali, Rabu 9 Juli 2025 sekitar pukul 23.00 WITA.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, SIK., membenarkan. Bahwa pihaknya telah menerima dan membuat berita acara laporan pengaduan.

"Tentunya petugas telah memberikan arahan untuk membawa dan lengkapi bukti pendukung berupa saksi, bukti berobat, juga dokumen bagian wajah dan tubuh yang terluka untuk membuat Laporan Polisi (LP)," singkat Jubur Polda Bali.  

Sementara itu, informasi yang dihimpun Radarbali.jawapos.com, investor berkebangsaan Rusia ini mengaku ke polisi yang sempat mengintrogasinya, dirinya telah menetap dan berinvestasi secara legal di Bali bersama seorang temannya saat kejadian tidak ada di tempat.

Bahkan dia membayar seluruh pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, ia mengklaim data pribadinya telah disalahgunakan oleh pihak Imigrasi.

“Imigrasi Bali menjual datanya kepada bandit dari Ukraina. Mereka memberitahu alamat tinggal satu tempat dengan temannya," kutip sumber petugas berdasarkan pengakuan RSM, Senin 14 Juli 2025. Lebih jauh, RSM membeberkan bahwa pada malam kejadian, dua pria mengenakan seragam Imigrasi bersama dua orang bertopeng masuk secara paksa ke kediaman (TKP).

Terlapor yang berada di dalam rumah menjadi korban penganiayaan secara brutal dan bahkan nyaris dibunuh.

"Mereka memaksa korban untuk membayar 150 ribu dolar AS atau akan dibunuh. Karena tidak merespon, pengusaha Rusia ini dikeroyok hingga tak berdaya dan ditinggal pergi. Korban tidak mengerti, kenapa Bali jadi tempat paling berbahaya di dunia?” lanjutnya dengan suara bergetar ketika menceritakan kronologis singkat ke polisi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Imigrasi Bali maupun Kepolisian Daerah Bali. Namun, RSM telah menyampaikan permohonan perlindungan kepada aparat keamanan Indonesia dan meminta penyelidikan menyeluruh atas dugaan keterlibatan oknum dan tindak kriminal tersebut.

“Saya mohon kepada Kepolisian Bali untuk menangkap para bandit dari Ukraina ini dan siapapun oknum diduga Imigrasi yang terlibat. Tolong bantu saya,” tutup RSM kepada polisi.

Lebih lanjut dikatakan, kekhawatiran Warga Negara Asing (WNA) saat ini atas isu keamanan pribadi dan potensi kebocoran data di Bali. Jika benar terbukti, kasus ini berpotensi mencoreng citra pariwisata dan investasi di Pulau Dewata. Radar Bali.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Winarko enggan berkomentar banyak. "Untuk sementara kami belum mendapat informasi tersebut," singkatnya.***

Editor : M.Ridwan
#rusia #korban pemerasan #korban pengeroyokan #ukraina