DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Walaupun belum ada titik terang terkait motif, namun satu lagi barang bukti penting terkait aksi penembakan brutal di Villa Casa Cantisya, Desa Munggu, Mengwi, Badung, berhasil ditemukan.
Sebuah senjata api genggam yang sebelumnya diduga dibuang para pelaku ditemukan di semak-semak kawasan Desa Buwit, Tabanan.
Pistol ini diyakini sebagai milik para gangster asal Australia yang terlibat dalam pembunuhan terhadap laki asal Australia juga bernama Zivan Radmanovic, 32, suami dari Gourdeas Jazmyn, 29, merupakan saksi kunci. Semenyata suami dari Daniela, 27 yakni Sanar Ghanim, 35, mengalami luka-luka di sekujur tubuh.
Penemuan senjata ini berawal dari penyisiran intensif yang dilakukan oleh tim gabungan Polda Bali dan Polres Badung di semak-semak kawasan Desa Buwit, Tabanan.
Senjata ditemukan sekitar 30 meter dari titik sepeda motor ditinggal pergi. “Penyisiran dilakukan berdasarkan pengakuan pelaku bahwa ada dua pistol yang mereka buang,” lanjut sumber.
"Kami temukan satu pistol lain di Desa Buwit beberapa hari lalu tak jauh dari unit motor ditinggal pergi usai beraksi," beber sumber petugas sembari meminta namanya dirahasiakan, Kamis (17/7/2025).
Pistol ini diduga dibuang oleh Coskun Mevlut, 23. Sementara itu Tupou Pasa I Midolmore, 37, lah yang buang pistol di Sungai Anyelir, lokasi penemuan pistol sebelumnya.
“Jelas, mereka sengaja dibuang pistol untuk menghilangkan barang bukti” ungkap sumber internal kepolisian. Pun dikatakan, dua senjata inilah yang diduga digunakan dalam eksekusi berdarah di Villa Casa Cantisya. “Dua senjata genggam sudah diamankan, namun apa jenisnya dan asal-usul masih didalami,” tegasnya.
Pihak kepolisian meyakini para pelaku telah merancang pembunuhan secara terstruktur, dengan logistik lengkap dan pembagian peran rapi.
Para tersangka, yakni Darcy, Coskun, dan Tupou, merupakan WNA asal Australia yang diduga dikendalikan oleh sosok mafia internasional yang hingga kini masih misterius.
"Motif masih didalami. Tapi dari barang bukti dan keterangan awal, kuat dugaan mereka ini pembunuh bayaran, diduga bermotif kasus narkoba," kilah sumber, sembari mengatakan, motif sebenarnya masih dikembangkan. Kenapa belum terungkap? Para pelaku diduga kompak diam.
Menyangkut masalah temuan Pistol, Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, SH., SIK., MH., M.Tr., enggan berspekulasi terlalu jauh. Sebab, pihaknya masih melakukan pengembangan. "Sabar ya rekan-rekan, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," singkatnya.
Seperti berita sebelumnya, upaya pengungkapan motif dari kasus ini melibatkan berbagai teknologi mutakhir, seperti Cellebrite UFED Touch untuk memulihkan data dari tiga ponsel milik pelaku. Sementara pengungkapan yang dilakukan ini lewat metode scientific crime investigation.
Polisi mengumpulkan bukti forensik mulai dari residu tembakan (gunshot residue), DNA, hingga rekam jejak digital.
Sedangkan Data keimigrasian menunjukkan Darcy lebih dulu tiba di Bali pada April 2025, lalu disusul Coskun dan Tupou pada 9 Juni 2025. Mereka diduga menyiapkan kendaraan, akomodasi, dan perlengkapan lain sebelum menjalankan misi.
Setelah eksekusi pada Sabtu (14/6), para pelaku melarikan diri menggunakan Toyota Fortuner warna putih DK 1537 ABB. Dua unit sepeda motor yang mereka gunakan ditinggal tak jauh dari TKP. Fortuner kemudian ditemukan di kawasan Jalan Anyelir VI, Dauh Peken, Tabanan.
Baca Juga: 7 Makanan Sehat untuk Menjaga Imun Tubuh Setiap Hari
Dari sana, pelaku menyeberang ke Jawa menggunakan Suzuki XL 7 DK 1339 FBL, yang ditemukan di Sidoarjo, Jawa Timur.
Pelaku kemudian naik travel menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Selama pelarian, mereka membuang barang bukti di sejumlah titik berbeda, termasuk senjata api yang baru saja ditemukan di Buwit.
Disisi lain, kisah pilu datang dari Jazmyn, istri korban Zivan. Ia harus merayakan ulang tahunnya ke-30 di ruang jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, hanya beberapa jam setelah suaminya tewas ditembak. Padahal, keduanya datang ke Bali untuk honeymoon dan merayakan ulang tahun Jazmyn.
Zivan dan Jazmyn tiba di Bali, Kamis (12/6), dan menginap di Villa Casa Cantisya 1 bersama Sanar Ghanim dan Daniela. Namun, kebahagiaan pasangan muda itu berubah jadi tragedi saat serangan terjadi di villa tersebut, Sabtu dini hari. Jenazah suami telah di bawa dan disemayamkan Australia, Jazmyn masih mengalami syok berat.***
Editor : M.Ridwan