Radar Bali.id – Pemerintah Brasil melancarkan serangan besar-besaran dan paling mematikan dalam sejarah negara bagian Rio de Janeiro terhadap gerombolan mafia narkoba di negaranya.
Penggerebekan intens di dua permukiman kumuh (favela), Complexo da Penha dan Complexo do Alemão, pada Selasa (28/10/2025) berujung pada baku tembak brutal yang menewaskan sedikitnya 64 orang (beberapa laporan menyebutkan jumlah korban tewas keseluruhan, termasuk tersangka dan petugas, mencapai 119 orang).
Operasi yang melibatkan 2.500 aparat bersenjata lengkap ini menargetkan kelompok kriminal paling ditakuti di Rio, Comando Vermelho (Komando Merah).
Skala kekerasan dalam operasi ini sangat tinggi. Berdasarkan laporan dari otoritas Rio de Janeiro, operasi ini menjadi yang paling berdarah dalam sejarah mereka:
- Jumlah Korban Tewas: Awalnya dilaporkan 64 orang tewas. Laporan terbaru (30 Oktober 2025) menyebutkan jumlah korban tewas keseluruhan bisa mencapai 119 orang, termasuk 115 tersangka kriminal dan 4 petugas polisi.
- Aset Dikerahkan: Polisi mengerahkan 2.500 aparat, didukung helikopter, 32 kendaraan lapis baja, dan 12 kendaraan pembongkar untuk menghancurkan barikade yang dipasang geng di jalanan sempit favela.
- Hasil Operasi: Setidaknya 42 senapan dan sejumlah besar narkoba disita, serta lebih dari 80 orang ditangkap.
Apa yang Menyebabkan Pemerintah Brasil Mengamuk?
Serangan besar-besaran ini didorong oleh beberapa faktor yang menunjukkan bahwa geng narkoba telah bertindak sebagai ancaman kedaulatan negara:
- Ancaman Teror: Gubernur Rio de Janeiro, Claudio Castro, menggambarkan serangan dari geng sebagai "narkoterorisme". Geng kriminal bahkan sempat menjatuhkan bom yang dibawa oleh drone ke arah polisi.
- Penguasaan Wilayah: Geng narkoba, seperti Comando Vermelho, secara efektif menguasai favela dan menjadikannya markas besar, lengkap dengan barikade dan persenjataan berat, menantang kontrol pemerintah.
- Acara Internasional: Operasi skala besar sering dilancarkan menjelang acara internasional penting di Brasil, seperti KTT Iklim PBB (COP30). Pemerintah berusaha keras membersihkan kota dari kejahatan terorganisir untuk menunjukkan keamanan dan kontrol.[dirangkum dari berbagai sumber]