Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Perkara Dugaan Korupsi Perbekel Dinilai Ngadat, Warga Sudaji Geruduk Kejari Buleleng: Kami Sudah Datang ke Sini Lima Kali!

Francelino Junior • Rabu, 17 Desember 2025 | 13:47 WIB
GELAR UNJUK RASA : Kantor Kejari Buleleng saat massa Desa Sudaji baru datang dan menyampaikan aspirasinya.(francelino junior)
GELAR UNJUK RASA : Kantor Kejari Buleleng saat massa Desa Sudaji baru datang dan menyampaikan aspirasinya.(francelino junior)

 

SINGARAJA, Radar Bali.id – Ratusan warga Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng pada Selasa (16/12/2025) pagi.

Massa datang menuntut kejelasan dan kelanjutan proses hukum terhadap Perbekel (Kepala Desa) mereka, I Made Ngurah Fajar Kurniawan, yang tersandung kasus dugaan korupsi.

Massa yang diperkirakan datang menggunakan 15 mobil pikap dan puluhan sepeda motor tersebut memadati Jalan Dewi Sartika Selatan, memaksa dilakukannya pengalihan arus sementara. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Buleleng.

Ancam Segel Kantor Desa hingga Dobel Jumlah Massa

Warga yang mengenakan pakaian adat Bali ini membentangkan spanduk bernada keras yang menyuarakan kekecewaan mereka, salah satunya bertuliskan: “Hanya Satu Permintaan Masyarakat Desa Sudaji, Segera Adili Kepala Desa Sudaji. Kajari Jangan Diam.”

Perwakilan massa, Gede Artayasa, mengungkapkan bahwa ini adalah kedatangan mereka yang kelima kalinya untuk menindaklanjuti kasus dugaan korupsi tersebut.

"Kedatangan kali ini yang kelima kalinya, untuk tindak lanjuti dugaan korupsi Perbekel Desa Sudaji, yang sampai hari ini dari pihak kejaksaan belum ada tindak lanjut sama sekali," ujar Artayasa dengan nada jengkel.

Kekecewaan warga semakin memuncak setelah perwakilan yang berdialog di dalam kantor dari pukul 09.44 hingga 11.04 Wita keluar tanpa membawa hasil. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng, Edi Irsan Kurniawan, ternyata sedang tidak berada di tempat.

Saking geramnya, Artayasa secara terang-terangan melontarkan ancaman keras: "Alternatifnya, mau terima perwakilan saja atau massa yang akan turun dua kali lipat dari ini." Bahkan, warga mengancam akan menyegel Kantor Pemerintah Desa Sudaji sampai Kajari Buleleng bersedia menemui mereka.

Kajari Janji Temui Warga Jumat Ini

Menanggapi aksi massa yang memanas, Kasi Intelijen Kejari Buleleng, I Dewa Gede Baskara Haryasa, akhirnya turun menemui warga. Ia membenarkan bahwa Kajari Buleleng sedang tidak di lokasi, namun menjanjikan kepastian kepada warga.

"Hari Jumat (19/12), Kajari Buleleng akan sempatkan waktu menemui massa Desa Sudaji. Akan temui langsung," kata Baskara di hadapan ratusan warga.

Warga Desa Sudaji menuntut agar Kejari Buleleng tetap menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan, dan kebenaran dalam penanganan kasus yang menjerat kepala desa mereka.[*]

Editor : Hari Puspita
#dugaan korupsi #demo #kejari buleleng #perbekel #unjuk rasa