MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Kawasan perbukitan kapur di Kuta Selatan terus memakan korban kendaraan-kendaraan besar. Terutama jenis truk dan fuso. Kali ini kecelakaan maut terjadi lagi.
Sebuah truk Fuso bermuatan berat mengalami rem blong saat melintas di jalur menurun, hingga menghantam sebuah rumah warga. Dua penghuni rumah dilaporkan tewas di tempat kejadian perkara (TKP), kawasa Jalan Pura Pengulapan, depan Kampung Gar, Banjar Giri, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 04.30 WITA.
Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Yusuf Dwi Admodjo, S.I.K., M.H., menyatakan Truk Fuso bernomor polisi B 9483 TIN yang dikemudikan HFA, 23, asal Jember, diketahui sedang mengangkut towing tanam (rakitan) dari kawasan Pura Demak menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Baca Juga: Sterilisasi Gereja Katedral Roh Kudus Sebelum Misa Natal 2025
Berdasarkan informasi di lapangan, truk melaju dari arah timur ke barat dengan kondisi jalan menurun. Sebelum kejadian, kendaraan sempat berhenti, lalu pengemudi menurunkan persneling dari gigi 3 ke gigi 2. Namun nahas, sistem pengereman tidak bekerja maksimal diduga akibat muatan berlebih (overload).
Truk perlahan meluncur tak terkendali. Pengemudi sempat membanting setir ke kanan. "Ya, kendaraan justru menghantam rumah warga di sisi barat jalan,” ungkap mantan Kapolsek Kuta Utara, Rabu (24/12).
Akibat benturan keras tersebut, dua penghuni rumah yakni J dan S, keduanya buruh pasir sama-sama berusia 44 tahun asal Gunung Ranggah, tewas seketika di TKP.
Sementara pengemudi truk hanya mengalami luka ringan berupa kaki kiri terkilir dan telah mendapatkan perawatan.
Sejumlah saksi mata, termasuk KAS, 22, dan DDS, 18, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, langsung melaporkan insiden tersebut ke pihak berwajib.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali Hari Ini, Kamis (25/12/2025)
Petugas kepolisian dari Polsek Kuta Selatan bersama unit laka lantas segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, serta mengamankan kendaraan guna penyelidikan lebih lanjut. "Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh rem blong akibat kelebihan muatan," ungkapnya.
Kasus kecelakaan maut ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat mengimbau pengemudi kendaraan berat agar memperhatikan kondisi kendaraan dan tidak memaksakan muatan. "Terutama saat melintasi jalur rawan di wilayah selatan Badung," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan