SINGARAJA, Radar Bali.id–Nahas dialami I Putu E,16, seorang pelajar asal Kecamatan Sawan, Buleleng. Niat tulusnya menolong orang asing justru berujung pada tindakan kekerasan dan percobaan pelecehan seksual menyimpang.
Peristiwa ini terjadi di sebuah kamar kos-kosan di Kelurahan Banyuning, Selasa (13/1/2026) malam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 23.00 Wita, saat korban dalam perjalanan pulang usai menjenguk kakeknya di rumah sakit. Setibanya di Simpang Banyuning, Putu E dihampiri oleh seorang pria tak dikenal yang meminta bantuan.
"Karena merasa iba, korban bersedia mengikuti ajakan pelaku menuju tempat tinggalnya di sebuah kos-kosan di sekitar Jalan Pulau Komodo," ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, Kamis (15/1/2026).
Ditolak, Pelaku Mengamuk
Setibanya di dalam kamar kos, tabiat asli pelaku mulai terungkap. Bukannya meminta tolong, pria tersebut justru menunjukkan pesan singkat di ponselnya yang berisi ajakan untuk melakukan tindakan seksual menyimpang.
Meski diiming-imingi sejumlah uang, Putu E dengan tegas menolak ajakan tersebut dan berusaha meninggalkan lokasi.
Penolakan korban memicu amarah pelaku. Situasi berubah menjadi mencekam ketika pelaku merampas dan membanting ponsel korban hingga hancur.
Tak berhenti di sana, pelaku menahan lengan korban dan melayangkan pukulan keras ke arah wajah.
"Pukulan tersebut mengakibatkan hidung korban mengalami pendarahan hebat. Pelaku juga memukul bagian kepala korban secara berulang kali. Korban sempat berteriak histeris meminta pertolongan, namun kondisi sekitar saat itu sepi," jelas Iptu Yohana.
Rugi Belasan Juta Rupiah
Akibat kejadian brutal tersebut, Putu E tidak hanya menderita luka fisik dan trauma mendalam, tetapi juga mengalami kerugian materiil. Ponsel miliknya yang dirusak pelaku ditaksir bernilai Rp12 juta.
Orang tua korban yang tidak terima buah hatinya dianiaya langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Buleleng. Iptu Yohana menegaskan bahwa kasus ini sedang menjadi atensi serius pihak kepolisian.
"Perkara ini sudah masuk tahap penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya kepada orang asing yang ditemui di jalan, terutama pada malam hari," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita