NUSA PENIDA, Radar Bali.id – Ketegangan yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur di Banjar Jurang Pahit, Desa Kutampi, akhirnya menemui titik terang.
Kasus penganiayaan yang dipicu hal sepele—saling tatap—ini resmi berakhir damai melalui proses mediasi di Mapolsek Nusa Penida, Jumat (24/4/2026).
Kronologi Kejadian: Ludah di Motor dan Sabetan Pisau
Peristiwa bermula pada Rabu (22/4/2026) sore saat korban, I Wayan AS, memancing di Pelabuhan Segitiga Emas Sampalan. Di lokasi yang sama, dua remaja berinisial I Putu R (14) dan I Komang SP, 14, juga tengah memancing. Kontak mata yang dingin di antara mereka menjadi pemantik api konflik.
Situasi memanas saat korban hendak pulang dan menemukan sepeda motornya terkena ludah. Curiga dengan kedua pelaku, korban pun membuntuti mereka.
Aksi kejar-kejaran di jalan raya tak terhindarkan hingga terjadi cekcok mulut. Puncaknya, saat korban mencoba mengadang motor pelaku, I Putu R secara nekat menyabetkan pisau dapur ke arah korban.
Dampak Penganiayaan:
- Luka: Sayatan sepanjang 12 cm dengan kedalaman 3 mm di lengan kiri.
- Tindakan Medis: Korban mendapat 14 jahitan di Puskesmas 1 Nusa Penida.
- Kondisi Terkini: Korban dinyatakan stabil dan telah dipulangkan.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Mengingat para pelaku masih di bawah umur, Polsek Nusa Penida mengedepankan pendekatan restorative justice.
"Kami mengutamakan penyelesaian damai sepanjang kedua belah pihak sepakat. Harapannya, ini menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali," ujar Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya.[*]
Editor : Hari Puspita