Akhir Cerita Duel Berdarah Remaja di Nusa Penida Berakhir Damai

Hari Puspita • Dipublikasikan Minggu, 26 April 2026 | 07:10 WIB
DIDAMAIKAN: Polsek Nusa Penida memfasilitasi mediasi peristiwa penganiayaan yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur. (Foto: Humas Polsek Nusa Penida)
DIDAMAIKAN: Polsek Nusa Penida memfasilitasi mediasi peristiwa penganiayaan yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur. (Foto: Humas Polsek Nusa Penida)

NUSA PENIDA, Radar Bali.id – Ketegangan yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur di Banjar Jurang Pahit, Desa Kutampi, akhirnya menemui titik terang.

Baca Juga: Akhirnya, Remaja Pelaku Begal Ditangkap Polsek Denpasar Barat, Motif Ternyata hanya Karena Tatapan, Lho?

Kasus penganiayaan yang dipicu hal sepele—saling tatap—ini resmi berakhir damai melalui proses mediasi di Mapolsek Nusa Penida, Jumat (24/4/2026).

Kronologi Kejadian: Ludah di Motor dan Sabetan Pisau

Peristiwa bermula pada Rabu (22/4/2026) sore saat korban, I Wayan AS, memancing di Pelabuhan Segitiga Emas Sampalan. Di lokasi yang sama, dua remaja berinisial I Putu R (14) dan I Komang SP, 14, juga tengah memancing. Kontak mata yang dingin di antara mereka menjadi pemantik api konflik.

Situasi memanas saat korban hendak pulang dan menemukan sepeda motornya terkena ludah. Curiga dengan kedua pelaku, korban pun membuntuti mereka.

Aksi kejar-kejaran di jalan raya tak terhindarkan hingga terjadi cekcok mulut. Puncaknya, saat korban mencoba mengadang motor pelaku, I Putu R secara nekat menyabetkan pisau dapur ke arah korban.

Dampak Penganiayaan:

Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Mengingat para pelaku masih di bawah umur, Polsek Nusa Penida mengedepankan pendekatan restorative justice.

"Kami mengutamakan penyelesaian damai sepanjang kedua belah pihak sepakat. Harapannya, ini menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali," ujar Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya.[*]

Editor : Hari Puspita
perkelahian nusa penida restorative justice mediasi keributan