TABANAN, RadarBali.id – Keresahan warga Tabanan terhadap aksi kriminalitas kian meningkat. Belum usai perkara pencurian kendaraan bermotor yang marak, kini giliran penangkaran burung kicau bernilai tinggi yang menjadi sasaran empuk komplotan pencuri.
Baca Juga: Diselundupkan Pakai Bus AKAP, 1.700 Burung Kicau Ilegal Asal Lombok Digagalkan di Padangbai
Sebuah penangkaran milik warga di Banjar Abianlalang, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan, dibobol maling pada Selasa pagi (12/5/2026). Tak tanggung-tanggung, pelaku berhasil menggasak 30 ekor burung koleksi yang ditaksir memiliki nilai total mencapai Rp 500 juta.
Kronologi Kejadian: Pintu Kandang Terbuka Lebar
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh sang pemilik, Ida Bagus Kade Arsa Budi Wiguna, sekitar pukul 06.30 Wita. Niat hati ingin memberi pakan rutin di pagi hari, korban justru dibuat terkejut melihat kondisi rumahnya.
"Korban mendapati sejumlah kandang burung di bagian tengah rumah sudah dalam kondisi terbuka. Setelah dicek ke area depan dan belakang, ternyata semua bagian telah dibobol," ujar seorang sumber di lapangan, Kamis (14/5/2026).
Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa pelaku bergerak sangat sistematis dengan menyisir tiga titik sekaligus:
- Halaman Depan (garasi): 4 ekor murai batu berbagai jenis, termasuk jenis Murai Panda putih yang langka.
- Halaman Tengah & Belakang: Sepasang indukan burung Hwamei dan deretan indukan Murai kualitas unggul lainnya.
Total 20 Kandang Dirusak
Secara keseluruhan, pelaku mengobok-obok sedikitnya 20 kandang yang tersebar di kediaman korban. Jenis burung kicau yang hilang pun bukan sembarangan, mulai dari Murai Batu, Hwamei, hingga Jalak Bali yang dilindungi. Kerugian setengah miliar rupiah ini menjadi salah satu kasus pencurian hewan peliharaan terbesar di wilayah tersebut tahun ini.
Polisi Buru Pelaku
Mendapati koleksi berharganya raib, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tabanan. Tim Satreskrim pun telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Made Teddy Satria Permana, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelaku diduga kuat beraksi pada dini hari saat pemilik rumah sedang terlelap.
"Pelaku diduga merusak kunci kandang saat malam hari. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan intensif (lidik) untuk mengungkap identitas pelaku," tegas AKP Made Teddy, Kamis (14/5/2026).
Kini, pihak kepolisian tengah mendalami rekaman jejak di lokasi dan meminta keterangan saksi-saksi guna melacak keberadaan burung-burung bernilai tinggi tersebut sebelum sempat dijual ke pasar gelap. [*]
Editor : Hari Puspita