Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

AirTag Bongkar Pencurian Helm di Konser Pantai Mertasari Sanur, Helm Berpindah dari Area Parkir, Begini Kejadiannya

Andre Sulla • Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB
NOTIFIKASI HP: Polisi lakukan olah TKP di parkiran lokasi konser di pantai Mertasari Sanur. (ist/radarbali.id)
NOTIFIKASI HP: Polisi lakukan olah TKP di parkiran lokasi konser di pantai Mertasari Sanur. (ist/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Teknologi pelacak digital atau AirTag menjadi petunjuk awal terungkapnya kasus pencurian helm yang terjadi di kawasan Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan.

Seorang perempuan MJN, 25, asal Sumatera Utara kehilangan helm kesayangannya saat menghadiri konser musik, Sabtu malam (6/6/2026).

Awalnya tidak menyangka helm merek MDS warna kuning yang diletakkan di atas spion sepeda motornya bakal raib. Namun, notifikasi dari aplikasi Find My milik Apple justru menjadi alarm yang mengungkap hilangnya helm tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi di area parkir Pantai Mertasari, Sanur Kauh. 

Malam itu korban datang bersama dua rekannya untuk menikmati konser musik yang digelar di kawasan pantai tersebut.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 21.20 Wita, ia memarkir sepeda motor dan meninggalkan helmnya di atas spion seperti kebiasaan banyak pengendara lainnya. Pada helm tersebut terpasang AirTag milik Apple yang berfungsi sebagai alat pelacak.

 Baca Juga: Unud Umumkan UKT Jalur Mandiri 2026, Telat Bayar Lewat 23 Juni Dianggap Gugur

Ia sempat mengecek aplikasi Find My dan mendapati AirTag yang terpasang pada helm bergerak dari posisi semula sekitar pukul 22.20 Wita. Saat itu wanita ini mengira terjadi gangguan sistem atau kesalahan aplikasi sehingga tidak terlalu menghiraukannya.

Namun sekitar 20 menit kemudian, dirinya kembali membuka aplikasi tersebut. Kali ini ia terkejut karena titik lokasi AirTag sudah berpindah jauh dari area parkir tempat motornya berada. Merasa ada yang tidak beres, langsung menuju lokasi parkir dan memastikan keberadaan helmnya. 

Dugaan terburuk pun terbukti. Helm warna kuning yang sebelumnya berada di atas spion sudah tidak ada di tempat. Kemudian menanyakan kepada petugas parkir yang berjaga di lokasi. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan helm tersebut.

Akibat kejadian itu, dirinya mengalami kerugian berupa satu unit helm merek MDS warna kuning senilai Rp300 ribu dan satu unit AirTag merek Apple senilai Rp 450 ribu. "Total kerugian yang dialami mencapai Rp 750 ribu," beber sumber.

Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut. Kasus itu kini ditangani Polsek Denpasar Selatan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.***

 Baca Juga: Tembus Rp42 Triliun, Investasi Bali 2026 Bidik Investor Global Lewat Bali Jagadhita dengan 22 Proyek Strategis

Dalam penyelidikan yang dilakukan polisi, muncul dugaan keterlibatan seorang pria berinisial PJ, 43, asal Madura. Pria tersebut diduga berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan.

"Petugas masih melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku utama pencurian sekaligus menelusuri keberadaan helm yang hilang," cetus Jubir Polresta Denpasar. 

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengamanan, terlebih saat menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak pengunjung.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pencurian tidak hanya mengincar kendaraan bermotor, tetapi juga aksesori yang dianggap memiliki nilai jual.

"Beruntung, teknologi AirTag yang terpasang pada helm korban memberikan petunjuk penting bagi polisi untuk menelusuri jejak pelaku," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#Air Tag #pelacak digital #moto3