MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Kasus pengeroyokan tiga pekerja kandang ayam boiler di Banjar Batu Bayan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Badung, mulai menemui titik terang.
Polisi mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Kelima orang itu diamankan penyidik Polsek Abiansemal Kamis (20/8/2026).
Mereka masih berstatus terduga pelaku dan menjalani pemeriksaan untuk mengungkap peran masing-masing dalam insiden yang terjadi pada Selasa (18/8) sekitar pukul 01.30 Wita.
Ps Kasubsipenmas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti membenarkan adanya lima orang yang telah diamankan.
Menurut dia, kelimanya diamankan setelah penyidik mengembangkan penyelidikan atas kasus tersebut. “Iya sudah ada yang diamankan dari pengembangan kasus pengeroyokan di Desa Taman,” ujar Ayu, Jumat (21/8/2026).
Dia menegaskan, kelima orang tersebut masih berstatus terduga pelaku. Polisi masih meminta keterangan mereka sekaligus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
“Yang jelas sudah ada lima terduga pelaku yang dimintai keterangan dan saat ini sudah diamankan di Polsek Abiansemal,” katanya.
Identitas dan peran kelima orang yang diamankan juga masih didalami. Polisi tidak menutup kemungkinan jumlah terduga pelaku bertambah.
“Para pelaku masih lidik. Nanti kami update lagi,” pungkas Ayu.
Baca Juga: WNA Inggris Tewas Usai Diduga Dianiaya, Pelaku diduga Empat Turis Australia
Seperti berita sebelumnya, kasus ini bermula pada Selasa (18/8) sekitar pukul 02.00. Saat itu, tiga pekerja kandang ayam boiler milik Nyoman Suparta, yakni INP, 45; INPA, 28; dan PAS, 29, diduga menjadi sasaran pengeroyokan sejumlah orang. Sebelum pengeroyokan terjadi, sekitar pukul 01.40, INP bersama IKW, 38, yang bekerja sebagai kernet, mengendarai mobil pikap pengangkut ayam dari arah selatan.
Saat melintas di wilayah Banjar Tebajero, Desa Taman, kendaraan tersebut tiba-tiba dihentikan sejumlah orang yang berada di pinggir jalan. Kelompok tersebut disebut meminta ayam kepada INP.
Namun, karena tidak membawa ayam yang diminta, INP menjawab tidak ada ayam. Saat hendak melanjutkan perjalanan, dia mendengar suara seperti kendaraan ditendang.
INP dan IKW kemudian turun dari kendaraan untuk menanyakan siapa yang menendang mobil. Namun, tidak ada seorang pun yang mengaku.
Keduanya lantas kembali ke mobil dan meneruskan perjalanan menuju kandang ayam. Sekitar 15 menit kemudian, situasi berubah.
Sejumlah orang mendatangi kandang ayam dan menanyakan kepada INP siapa yang sebelumnya melintas di kawasan tersebut.
INP menjawab bahwa dirinya yang melintas. Tak lama berselang, INP bersama dua pekerja lainnya diduga langsung menjadi sasaran pemukulan.
Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman yang kemudian beredar di media sosial, terlihat sejumlah orang mendatangi lokasi dan melakukan pemukulan terhadap korban.
Korban tampak berusaha menghindar hingga berlari menyelamatkan diri. Polisi kemudian meminta keterangan para korban untuk mengurai kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan sementara, jumlah orang yang datang ke lokasi cukup banyak. Beberapa di antaranya diduga melakukan pemukulan sebelum meninggalkan lokasi.
Bahkan, INPA yang saat kejadian sedang tidur di posko juga didatangi sekitar 10 orang yang tidak dikenalnya. INPA, yang saat kejadian sedang tidur di posko, juga didatangi sekitar 10 orang yang tidak dikenalnya. Dia diduga dipukul pada bagian perut kanan dan rahang belakang.
Akibat pengeroyokan itu, ketiga korban mengalami luka berbeda. INP mengalami memar pada rahang kiri dan leher kiri bagian belakang serta mengeluhkan nyeri pada dada.
Sementara INPA mengalami sakit pada perut kanan bawah dan memar pada leher kanan bagian belakang. Sedangkan PAS mengalami memar serta luka di bagian atas mata kanan.
INP dan INPA sempat mendapat perawatan di Puskesmas IV Abiansemal. Sedangkan PAS dirujuk ke Rumah Sakit Bindu Husada untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menduga pengeroyokan tersebut berkaitan dengan persoalan ketika INP melintas di kawasan Tebajero. Namun, motif secara keseluruhan masih didalami penyidik.
Dari keterangan sementara, pengeroyokan tersebut diduga dipicu persoalan saat korban melintas di wilayah Tebajero. Penyidik masih mengurai rangkaian kejadian, mulai dari aksi penghentian mobil pikap, permintaan ayam, dugaan penendangan kendaraan hingga aksi pengeroyokan di kandang ayam.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com