Menenteng dus bertuliskan; Stop War Human Rights Peace, di Simpang Peminge, Nusa Dua, Selasa pagi (15/11). Alhasil, wanita pekerja Perawat Panti Jompo di Petrez, Jerman ini diamankan dan diinterogasi secara maraton oleh petugas Kepolisian.
KTT G20 resmi dimulai, di Hotel Apurva Kempinsky Nusa Dua, Badung, Selasa (15/11). Ditengah pengamanan super ketat yang dilakukan TNP, Polri, Pol PP hingga Desa Adat ini, datang wanita asal Cimindi, Cimahi, Jawa Barat ini diamankan, yang sudah lama tinggal di Jerman itu, dan masuk dalam warisan warga di Simpang Peminge, Nusa Dua. Dià diketahui membawa dus bertuliskan Stop War Human Rights Peace. "Teman-teman yang bertugas saat itu, langsung mengamankannya. Hanya untuk dimintai keterangan saja," kisah sumber petugas Selasa (15/11).
Dikonfirmasi terpisah, Kepqla Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan. Pagi tadi (kemarin), suasana di Simpang Peminge diguyur hujan. Walaupun demikian, jalur itu akan dilewati para kepala negara peserta G-20 untuk mencapai lokasi acara, sehingga banyak warga berada di sana dan menanti iring-iringan. Saat itu petugas sedang melakukan pengamanan jelang Joe Biden lewat, tiba-tiba muncul ibu-ibu tersebut membawa kardus .
"Di dus itu bertuliskan 'Stop War Human Rights Peace yqng artinya Hentikan perang, damai hak asasi manusia," timpalnya, Selasa kemarin. Petugas pengamanan yang terdiri dari TNI Polri, Pol PP dan Pecalang yang melihat aksi itu, segera mengamankannyq beserta dus. Katanya, dus akan dibentangkan di pinggir jalan, tapi lebih dulu diamankan petugas. Mantan Kabidhumas Polda Sumatera Barat menjelaskan, lanngkah yang dilakukan petugas itu sebagai bentuk antisipasi terhadap dinamika di lapangan, baik itu dari ancaman, aksi protes ataupun unjuk rasa yang kemungkinan dapat menggangu jalannya kegiatan internasional ini.
Saat diinterogasi, wanita mengaku bernama berdarah Batak dengan nama Morland Pandiangan alis Kutscher seorang wisatawan, asal Cimahi, Jawa Barat, dan bekerja sebagai Perawat Panti Jompo di Petrez, Jerman. "Dari Jerman dia bersama teman-tekan, datang ke Bali pada Jumat (11/11), dan menginap di Kawasan Benoa, Kuta Selatan, dalam rangka berlibur," timpalnya sembari mengatakan, ia datangke Simpang Peminge menggunakan jasa ojek online dengan driver bernama Sri Anita Siahaan asal Jimbaran. "Kini, Kutscher dan driver ojek online dibawa oleh Satgas Gakkum Polda Bali guna proses lebih lanjut. Diamankan sementara untuk didalami keterangannya, motif, maksud dan tujuannya," pungkas Kabid Humas. (dre/rid) Editor : M.Ridwan