Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah!Oknum-Oknum Pendeta di Spanyol Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Sejak 1940,Korbannya Ratusan Ribu Bocah

Jawapos Source control • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 22:15 WIB

MENGHEBOHKAN : Ombudsman nasional Spanyol, Ángel Gabilondo, berpidato di konferensi pers di Madrid. (Sumber Foto: Javier Soriano/AFP)
MENGHEBOHKAN : Ombudsman nasional Spanyol, Ángel Gabilondo, berpidato di konferensi pers di Madrid. (Sumber Foto: Javier Soriano/AFP)

RadarBali.id- Skandal pelecehan seksual terkuak karena adanya jajak pendapat. Yang mencengangkan adalah korbannya mencapai ratusan ribu korban.

Diperkirakan lebih dari 200.000 anak  telah mengalami pelecehan seksual di Spanyol yang dilakukan oleh pendeta Katolik Roma sejak tahun 1940.

Dilansir dari The Guardian, laporan tersebut tidak memberikan angka spesifik namun disebutkan bahwa dalam jajak pendapat ke lebih dari 8.000 orang dewasa, 0,6% mengatakan mereka pernah mengalami pelecehan seksual oleh anggota pendeta ketika mereka masih anak-anak.

Angka ini setara dengan sekitar 200.000 dari populasi orang dewasa Spanyol yang berjumlah sekitar 39 juta jiwa.

Proporsinya meningkat menjadi 1,13% yang setara dengan lebih dari 400.000 orang jika termasuk pelecehan yang dilakukan oleh anggota gereja awam, kata ombudsman nasional Spanyol, Ángel Gabilondo di konferensi pers.

Gereja Katolik Roma telah diguncang oleh serangkaian skandal pelecehan seksual di seluruh dunia, yang sering kali melibatkan anak-anak selama 20 tahun terakhir.

Di Spanyol, sebuah negara yang secara tradisional beragama Katolik dan kini menjadi sangat sekuler, tuduhan pelecehan yang dilakukan oleh para pendeta kini semakin mendapat perhatian, sehingga muncul tuduhan dari para penyintas bahwa mereka tidak melakukan apa-apa.

“Sayangnya, selama bertahun-tahun ada keinginan tertentu untuk menyangkal adanya pelanggaran atau keinginan untuk menyembunyikan atau melindungi para pelaku,” kata Gabilondo, mantan menteri pendidikan.

Laporan tersebut mengkritik sikap gereja, dan menyebut tanggapannya terhadap kasus pelecehan anak yang melibatkan pendeta tidak memadai. 

Laporan ini merekomendasikan pembentukan dana negara untuk membayar ganti rugi kepada para korban.

Tepat sebelum laporan tersebut dipresentasikan di parlemen, Konferensi Waligereja Spanyol mengatakan akan mengadakan pertemuan luar biasa pada hari Senin untuk membahas temuan-temuan tersebut. [JPG/jawapos]

Editor : Hari Puspita
#pelecehan seksual #skandal #pendeta