Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Amerika Evakuasi Staf dari Israel, Bersiap Serang Iran di Akhir Pekan

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 19 Juni 2025 | 17:36 WIB

BEREBUT STATUS NEGARA NUKLIR - Israel mengerahkan 200 pesawat untuk menyerang 100 target strategis di Iran pada Jumat pagi.
BEREBUT STATUS NEGARA NUKLIR - Israel mengerahkan 200 pesawat untuk menyerang 100 target strategis di Iran pada Jumat pagi.

RADAR BALI - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mulai mengevakuasi sejumlah diplomat dan keluarganya dari wilayah Israel di tengah meningkatnya spekulasi tentang potensi keterlibatan AS dalam konflik Israel-Iran.

Langkah ini sejalan dengan negara-negara Eropa yang juga memulangkan warganya dari wilayah tersebut.

Pada hari Rabu (18/6/2025), Departemen Luar Negeri AS memindahkan diplomat yang tidak esensial beserta keluarga mereka dari Kedutaan Besar AS di Israel.

Sementara itu, AS diprediksi sedang mempersiapkan serangan langsung ke Iran. Sumber Bloomberg News melaporkan bahwa pejabat senior AS "bersiap untuk kemungkinan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang."

Di tengah serangan balik Iran, kantor berita Associated Press (AP) melaporkan Israel menargetkan serangan ke reaktor nuklir air berat Iran di Arak.

Reaktor tersebut telah didesain ulang oleh Inggris guna menghilangkan kekhawatiran penggunaan air berat untuk menghasilkan plutonium yang dapat diubah menjadi senjata.

Pada 2015, Iran telah menyatakan persetujuan untuk menjual air berat tersebut ke negara-negara barat. AS juga telah membeli 32 ton air berat dari reaktor tersebut senilai USD 8 juta. 

Serangan udara Israel juga dilaporkan menargetkan situs nuklir Iran di Natanz, bengkel sentrifugal di sekitar Teheran, dan situs nuklir di Isfahan.

Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) telah mendesak Israel untuk tidak menyerang situs nuklir Iran. Inspektur IAEA dilaporkan terakhir mengunjungi Arak pada 14 Mei.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya telah menolak seruan AS untuk menyerah tanpa syarat dalam menghadapi lebih banyak serangan Israel pada hari Rabu dan memperingatkan bahwa setiap keterlibatan militer oleh Amerika akan menyebabkan "kerusakan yang tidak dapat diperbaiki."
 
Khamenei berbicara sehari setelah Presiden AS Donald Trump menuntut dalam unggahan media sosial agar Iran menyerah tanpa syarat dan memperingatkan Khamenei bahwa AS tahu di mana dia berada tetapi tidak memiliki rencana untuk membunuhnya, "setidaknya tidak untuk saat ini."
 
AS juga telah mengirim lebih banyak pesawat militer dan kapal perang ke wilayah tersebut.

Secara terpisah, Dewan Keamanan PBB menjadwalkan pertemuan darurat kedua tentang konflik Israel-Iran pada hari Jumat atas permintaan Rusia, Tiongkok, dan Pakistan.

Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan untuk membantu mediasi, menyarankan Moskow dapat membantu menegosiasikan penyelesaian yang memungkinkan Teheran mengejar program atom damai sambil meredakan kekhawatiran keamanan Israel. ***

 
Editor : Ibnu Yunianto
#Iran serang Israel 2025 #terbaru #rusia #Isfahan #inggris #israel vs iran #iran #israel serang iran #Iran vs Israel 2025 #Israel #Iran vs AS #tiongkok #yerusalem #hari ini #nuklir #tel aviv #pakistan #bloomberg #iran vs israel #Iran serang Israel