Radar Bali.id – Iran memperkenalkan rudal balistik andalannya Khorramshahr-4 alias Kheibar ke publik yang punya daya jangkau jelajah hingga 2.000 kilometer.
Rudal ini adalah rudal balistik jarak jauh yang diklaim sebagai salah satu tercanggih milik Iran dengan kemampuan membawa hulu ledak 1 ton lebih dan akurat, tepat sasaran, presisi.
Sebagai ilustrasi Gambaran imajinasi, ilustrasi, seandainya rudal itu ditaruh di Kota Denpasar, maka bisa menjangkau Singapura hingga Darwin, Australia.
Sebagai gambaran. perbandingan jangkauan seandainya diluncurkan dari Kota Denpasar:
- Jakarta: ±960 km (Sangat mudah dijangkau)
- Singapura: ±1.675 km (Masuk jangkauan)
- Darwin, Australia: ±1.760 km (Masuk jangkauan)
- Batas Maksimal Rudal: 2.000 km
Berikut rudal ini dirancang untuk menghindari sistem pertahanan udara modern dan kini ditempatkan di fasilitas bawah tanah. Apa saja kelebihannya dan kelemahannya.
Rudal ini juga dikatakan pihak Teheran dirancang khusus untuk menembus pertahanan udara yang paling ketat sekali pun. Berikut ini data spesifikasi rudal monster iran itu.
Daya Hancur Masif
Mampu membawa hulu ledak seberat 1.500 kg (1,5 ton). Ini adalah kapasitas angkut terbesar di antara jajaran rudal Iran.
Punya Kecepatan Ekstrem
Di luar atmosfer, rudal ini bisa mencapai kecepatan Mach 16, dan saat memasuki atmosfer (re-entry) untuk menghantam target, kecepatannya masih berada di kisaran Mach 8.
Sistem Bahan Bakar Canggih
Menggunakan bahan bakar cair jenis baru yang memungkinkan rudal disimpan dalam kondisi "siap tembak" selama bertahun-tahun di dalam silo bawah tanah tanpa perlu pengisian bahan bakar mendadak yang memakan waktu.
Ketahanan Terhadap Perang Elektronik
Dilengkapi dengan sistem navigasi yang mampu menangkal serangan siber dan gangguan sinyal (jamming) dari musuh.
Kelemahan dan Tantangan
- Akurasi Jarak Jauh: Meski disebut presisi, rudal balistik dengan hulu ledak seberat ini biasanya memiliki Circular Error Probable (CEP) atau radius kesalahan yang lebih besar dibandingkan rudal jelajah yang lebih kecil.
- Stabilitas Bahan Bakar Cair: Walaupun teknologinya sudah maju, bahan bakar cair tetap lebih berisiko dan berbahaya untuk dikelola dibandingkan bahan bakar padat dalam situasi pertempuran yang kacau.
Terdeteksi Saat Peluncuran
Karena ukurannya yang besar, tanda panas (heat signature) saat peluncuran sangat besar, sehingga mudah dideteksi oleh satelit peringatan dini global.
Bukan Rudal nuklir
Secara teknis, bukan. Iran menegaskan bahwa program rudal mereka bertujuan untuk pertahanan konvensional. Namun, secara desain, rudal yang mampu membawa beban 1,5 ton secara teori memiliki kapasitas untuk mengangkut hulu ledak nuklir jika diintegrasikan. Hingga saat ini, tidak ada bukti operasional bahwa rudal ini dipersenjatai dengan nuklir.
Rudal Pintar Mencari Sasaran Bidik
Dalam konteks rudal balistik. Kheibar dilengkapi dengan sistem mid-course guidance yang memungkinkannya melakukan koreksi jalur di luar atmosfer. Hal ini membuatnya sangat sulit dicegat karena jalurnya tidak sepenuhnya bisa diprediksi oleh komputer pertahanan udara seperti Iron Dome atau Patriot.
Sudah teruji
Rudal ini sudah. Iran telah melakukan uji coba peluncuran sukses yang disiarkan secara resmi. Selain itu, basis teknologi Khorramshahr sendiri merupakan pengembangan dari desain yang sudah teruji sebelumnya. Penempatannya di "Kota Rudal" bawah tanah menunjukkan bahwa rudal ini sudah masuk dalam status operasional (siap digunakan).
Rudal ini merupakan simbol "deterrence" atau daya getar Iran terhadap lawan-lawannya di kawasan Timur Tengah, terutama karena jangkauannya yang mencapai 2.000 km, yang berarti mampu menjangkau sebagian besar target strategis di kawasan tersebut.[disarikan dari berbagai sumber*]
Editor : Hari Puspita