Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Iran Minta Maaf Serang Tetangga, Tegaskan Tolak Menyerah ke Israel dan AS

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 8 Maret 2026 | 08:27 WIB

Protester membawa foto Pemimpin Spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei di Bagdad, Irak.
Protester membawa foto Pemimpin Spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei di Bagdad, Irak.

RADAR BALI - Konflik di Timur Tengah kini memasuki pekan kedua setelah meluas secara regional.

Di tengah eskalasi serangan militer melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak oleh operasional militer Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu (7/3/2026). 

Dalam pidatonya, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk memulai serangan terhadap negara-negara di kawasan.

Namun, Masoud memberikan syarat tegas terkait keamanan kedaulatan negaranya. "Saya meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," ujarnya.

Masoud Pezeshkian menambahkan bahwa negaranya tidak akan menargetkan tetangga kecuali jika serangan terhadap Iran datang dari wilayah negara-negara tersebut.

Presiden Iran tersebut juga menekankan bahwa Iran tidak akan pernah menyerah kepada AS dan Israel. "Musuh-musuh harus membawa keinginan agar rakyat Iran menyerah ke kuburan mereka," tegasnya.

Eskalasi Konflik Regional

Ketegangan ini bermula sejak 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel melancarkan serangan militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal serta drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara regional.

Pada Sabtu (7/3/2026), sebanyak 80 jet tempur Israel menyerang pusat militer dan rudal Iran di Teheran.

Hari ini, Liga Arab dijadwalkan menggelar pertemuan darurat guna membahas perluasan serangan ke kawasan Teluk. 

Diplomasi dengan Rusia

Selain berpidato di televisi, Masoud Pezeshkian melakukan komunikasi telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam percakapan tersebut, Masoud mengecam pembunuhan Ayatollah Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional dan tindakan "kekuatan buta" yang mencoba memaksakan kehendak.

Masoud Pezeshkian menjelaskan kepada Putin bahwa penargetan pangkalan militer AS murni bersifat defensif demi melindungi rakyatnya.

Masoud juga memperingatkan bahwa klaim Israel yang menyangkal niat menyerang Iran adalah sebuah tipu daya.

"Republik Islam Iran tidak pernah bermaksud menyerang negara-negara tetangganya; jalan kami adalah pertahanan yang kuat atas integritas wilayah dan perdamaian abadi," ungkap presiden Iran itu kepada Putin.

Dukungan dari Moskow

Presiden Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Khamenei dan menyatakan solidaritas mendalam.

Putin menekankan pentingnya stabilitas di kawasan dan sepakat untuk terus memperkuat koordinasi diplomatik serta keamanan antara Teheran dan Moskow.

Masoud Pezeshkian mendesak Rusia untuk menggunakan pengaruh internasionalnya guna mendukung hak sah Iran dalam menghadapi agresi ini.

Masoud menegaskan kembali bahwa keamanan regional seharusnya dijamin oleh negara-negara di kawasan, bukan oleh intervensi kekuatan asing.***

Editor : Ibnu Yunianto
#konflik regional #presiden iran minta maaf #Vladimir Putin #Masoud Pezeshkian #iran #Berita Internasional #Liga Arab #amerika serikat #Israel #timur tengah #Presiden Iran Masoud Pezeshkian #perang dunia ketiga #perang