Karen itu, dalam menangani satwa liar terutama ular kobra dibantu Bali reptile rescue Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, sebagai pelatih petugas damkar menangani ular agar tidak membahayakan warga dan petugas damkar. "Butuh keahlian khusus untuk menangani ular kobra. Jadi kami kerjasama dengan pihak lain," Kepala Seksi Damkar Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Jembrana Kade Bagus Darmawan.
Menurutnya, Bali reptile rescue Desa Gumbrih memiliki orang yang kompeten dalam menangani ular kobra. Tidak hanya itu, Satpol PP juga banyak diberikan pengetahuan tentang ular yang berbisa dan tidak berbisa.
Pihaknya akan terus mengasah kemampuan petugas damkar dalam menangani ular kobra ini. "Selain ular sanca, ular kobra ini hewan liar yang paling sering masuk pemukiman warga, risiko bahayanya juga lebih besar," ujarnya.
Kejadian terbaru, ular kobra ditemukan berada di motor salah satu pegawai toko di Jalan Ngurah Rai, Rabu (5/4) malam sekitar pukul 20.30 WITA. Ular kobra kecil berada di motor membuat kaget pemilik motornya.
Pemilik motor Putu Riska Sumerta Dana mengaku mengetahui dari temannya, bahwa motornya ada ular. Awalnya diketahui berada di knalpot lalu naik ke bagian depan motor. Setelah upaya mengusir ular dengan menghidupkan motor tidak bisa, selanjutnya mengubungi Satpol PP Jembrana.
Petugas Damkar Satpol PP Jembrana kemudian menangkap dan mengamakan ular ke kantor damkar Satpol PP Jembrana. (bas/rid) Editor : M.Ridwan