Semestinya, setiap kecamatan yang jauh seperti Kecamatan Pekutatan dan Melaya terdapat pos dan armada damkar yang siaga untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.
Kasatpol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya mengatakan, kebakaran di Jembrana meningkat akhir- akhir ini dengan jumlah rata-rata 7 kejadian sebulan.
Sedangkan saat ini hanya 7 unit armada damkar, dua diantaranya mobil tangki. Namun tidak semua armada dalam kondisi baik dan tidak bisa disiagakan saat terjadi kebakaran. Dua unit rusak masih di bengkel dan satu unit lagi sering rusak. Bahkan tangki air, dari dua unit satu tangki ada yang bocor. "Yang optimal tiga armada," terangnya.
Selain jumlah yang ada saat ini belum ideal, jarak antara pos utama dengan wilayah terjauh Jembrana belum ideal. Secara aturan, waktu respon tercepat ketiak ada laporan dan penanganan secara aturan hanya 15 menit.
"Kalau itu (waktu respons) pakai pegangan tidak bisa memenuhi," ujarnya usai simulasi pemadam kebakaran di GOR Kresna Jvara, Kamis (6/4/2023).
Menurutnya, respon time tidak bisa terpenuhi karena ada dua kecamatan yang jauh dari pos utama Damkar di kantor Satpol PP Jembrana. Yakni, Kecamatan Pekutatan dan Melaya yang idealnya terdapat pos damkar di dua kecamatan tersebut. Setiap pos terdapat satu unit mobil armada Damkar untuk penanganan awal, selanjutnya ditangani damkar kabupaten. "Paling tidak masing-masing kecamatan ada pos damkar, ada tangki air," ungkapnya.
Pos pusat di kabupaten, lanjutnya, sebenarnya tidak perlu banyak armada damkar. Jika setiap kecamatan ada pos, maka armada yang ada di kabupaten dan kecamatan saling dukung ketika terjadi kebakaran.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyampaikan, Satpol PP Jembrana sudah memiliki tambahan satu unit mobil damkar. Mobil damkar ini bisa meminimalisir dampak kebakaran, terpenting mobil bisa masuk ke lokasi kebakaran. "Sekarang cuma kecepatan waktu saja yang kita tingkatkan, dari titik kantor Satpol PP ke lokasi kebakaran," ujarnya.
Mengenai penambahan armada damkar di setiap kecamatan, terutama kecamatan yang jauh dinilai perlu ada pos damkar dilengkapi dengan armada yang siaga.
Khusus di Kecamatan Pekutatan, mengenai pos dan armada damkar salah satu yang disampaikan kepada pengembang taman kerthi bali semesta (KBS) theme park di Pekutatan. Karena dengan adanya jalan tol dan KBS theme park, maka akan ada investasi akomodasi wisata masuk ke Jembrana sehingga perlu ada pos damkar terdekat.
"Kita perlu siasati itu, perlu kita di setiap kecamatan ada pos damkar. Tetapi perlu anggaran yang besar, termasuk tenaga. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan, makanya kita pelan-pelan kalau ada uang cukup kita mengarah ke situ," ujarnya.
Mengenai keluhan Kasatpol PP salam sambutanya yang menyebut anggaran operasional yang minim, bupati sudah menegaskan kepada Kasatpol PP Jembrana agar anggaran yang sifatnya penting dan mendesak seperti operasional damkar, jangan sampai dimentahkan dalam rapat paripurna RKPD.
Semestinya diloloskan anggaran yang urgent. "Jangan sampai hal yang penting dikalahkan oleh (anggaran) tidak mendesak seperti kujungan kerja," tandasnya. [m.basir/radar bali] Editor : Hari Puspita