Peristiwa tejadi Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu, dua nelayan Sudaman, 60, warga Banjar Munduk, Desa Air Kuning, bersama Raden Husein, 40, warga Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, hendak pulang setelah semalam melaut.
Kedua nelayan ini berangkat melaut, Senin (29/5) lalu sekitar pukul 16.30 WITA, mengagumkan perahu fiber milik Sudaman. Setelah menjaring ikan di laut, kembali pulang Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WITA. "Sudah mau pulang dari jaring ikan," ujar Mursalim, 40, kerabat Raden Husein, ditemui di Puskesmas II Jembrana, Desa Yeh Kuning.
Apesnya, saat pulang dari melaut dan hendak masuk melalui di muara sungai, ombak besar menerjang perahu fiber. Selasa sekitar pukul 9.00 WITA, perahu kemudian terbalik memuntahkan seluruh muatan dan dua nelayan.
Saat kejadian, warga sekitar yang melihat kejadian langsung menolong kedua nelayan. Husein sempat pingsan diduga karena benturan, kemudian dilarikan ke Puskesmas. "Ada luka di bagian pinggang kiri Husein mungkin karena benturan," ungkapnya.
Husein masih mendapat perawatan di Puskesmas II Jembrana Desa Air Kuning karena kondisinya masih lemas. Sedangkan Sudaman, selamat, bahkan masih sempat berusaha bersama nelayan lain untuk menarik perahu ke darat.
Perahu fiber sekira pukul 12.20 WITA, berhasil dievakuasi ke pinggir Pantai Muara Indah Desa Pengambengan Kecamatan Negara.
Meskipun dua nelayan selamat, peristiwa tersebut membuat kerugian materi sekitar pukul Rp 25 juta. Karena sebanyak 14 Set jaring kambang dan 1 mesin, serta hasil tangkapan hilang.
Kapolsek Kota Jembrana Iptu I Putu Budi Santika mengatakan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Penyebab tenggelamnya perahu fiber karena diterjang ombak besar. Pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan saksi-saksi atas peristiwa ini. (bas/rid) Editor : M.Ridwan