NEGARA, Radar Bali - Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi, salah satu proyek strategis nasional yang dipastikan tetap berjalan dan diharapkan selesai sesuai target tahun 2025 mendatang.
Sebagai kabupaten yang dilintasi jalan bebas hambatan, Jembrana juga akan menerima dampak manfaatnya. Ditambah dengan pembangunan taman Kerthi Bali Semesta (KBS) Park di Kecamatan Pekutatan.
Pembangunan jalan tol dan KBS, sebagai salah satu upaya pemerataan ekonomi Bali agar tidak ada kesenjangan antara Bali Barat dan Bali Selatan.
Karena selama ini, Bali Selatan mendominasi, terutama dari kunjungan pariwisata sebagai sektor unggulan Bali. Sedangkan Bali Barat, tertinggal jauh meskipun sebenarnya Jembrana merupakan pintu masuk Bali.
Padahal dari segi potensi, Jembrana juga memiliki potensi daya tarik wisata yang tidak kalah dengan kabupaten lain di Bali. Bahkan menawarkan daya tarik yang lebih unik dan menarik, seperti tradisi Makepung dan seni musik Jegog yang hanya ada di Jembrana.
Dengan adanya jalan tol, maka aksesibilitas dari Denpasar lebih cepat sehingga memudahkan mobilitas wisatawan ke Jembrana.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba optimis Jembrana Emas pada 2026 akan terwujud dengan dibangunnya Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi.
"Jadi jalan tol nanti adalah kata kuncinya. Jalan tol itu kunci karena kami tidak bisa membangun sendiri. Kita ingin 2026 bisa rampung," ungkapnya.
Bupati Tamba mengungkapkan, faktor pendukung menuju Jembrana Emas 2026, indikator awalnya adalah dibangun jalan tol Gilimanuk - Mengwi yang dapat memangkas waktu tempuh dari Denpasar ke Jembrana.
“Di tempat ini juga akan dibangun Taman Hiburan berkelas internasional yaitu Taman Kerthi Bali Semesta di Pekutatan akan banyak menarik wisatawan mancanegara di Jembrana,” ucapnya .
Tito Sulistio selaku pemrakarsa pembangunan taman KBS Park di Jembrana mengungkapkan, taman KBS Park yang akan dibangun ini sebagai destinasi wisata yang berbeda dengan destinasi wisata Bali Selatan.
“KBS Park, ini akan menjadi tujuan wisata keluarga. Jadi lebih pada wisata keluarga, alam dan budaya, sesuai tri hita karana," ungkap Tito saat bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba. (bas)
Editor : Rosihan Anwar