Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Anggaran Puluhan Miliar Belum Cukup, Abrasi di Jembrana Perlu Penanganan Efektif

Muhammad Basir • Rabu, 13 September 2023 | 01:05 WIB
MEMBUTUHKAN  SOLUSI JITU : Salah satu rumah dekat tugu perjuangan yang terdampak abrasi di pantai Pebuahan, Desa Banyubiru. (m.basir/radar bali)
MEMBUTUHKAN SOLUSI JITU : Salah satu rumah dekat tugu perjuangan yang terdampak abrasi di pantai Pebuahan, Desa Banyubiru. (m.basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Solusi abrasi di Jembrana memerlukan anggaran besar. Saat ini anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk penanganan abrasi pantai di wilayah Jembrana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk membangun dua titik lokasi abrasi.

Dua lokasi tersebut di Pantai Rambutsiwi, Desa Yehembang Kangin dan Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru. Sekitar 10 kilometer lagi akan diusulkan pembangunan senderan secara bertahap.

Kepala Bidang Sumber Daya Air   pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang, Perumahan Dan Kawasan Permukiman I Gede Sugianta mengatakan, anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan pengaman pantai ruas Pangyangan - Pebuahan terbagi dalam dua lokasi, terpanjang di Pantai Pebuahan sekitar 2 kilometer.

“Nanti sisanya dari Pebuahan di Pantai Rambut Siwi, tergantung anggaran. Mungkin sekitar 800 meter,” ujarnya, Senin (11/9/2023).

Pembangunan dua lokasi itu, menjadi prioritas penanganan karena terdampak abrasi paling parah. Pembangunan pengaman pantai dengan menggunakan revetment batu armor dan bangunan penunjang berupa walkway menggunakan paving block. "Prioritas pembangunan lokasi yang paling parah," ungkapnya.

Menurutnya, abrasi di pantai Jembrana tidak hanya dua lokasi tersebut, dari total panjang 12,92 kilometer yang belum ditangani sementara bertahap di dua lokasi, Pebuahan dan Rambutsiwi.

Sisanya akan diusulkan secara bertahap agar segera ditangani dengan anggaran pemerintah pusat. "Kami tetap usulkan ke pusat untuk penanganan senderan secara bertahap," tegasnya.

 

Berdasarkan kajian dari pusat, pantai Jembrana 87,173 kilometer, sepanjang 21,86 kilometer abrasi.

Namun sepanjang  8,93 kilometer sudah ditangani, sisanya garis pantai yang belum ditangani 12,92 kilometer. Dengan anggaran penanganan tahun depan sekitar Rp 50 miliar, bisa mengurangi ruas pantai yang abrasi.

Seperti diketahui, realiasasi penanganan abrasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dipastikan dibangun tahun 2024 mendatang.

Hal tersebut  disampaikan Direktur Bina Teknik Sumberdaya Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muhammad Rizal, saat kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke kantor Bupati Jembrana, Jumat (8/9/2023) lalu.

Pembangunan itu, sebagai jawab dari proposal  dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, dalam hal ini bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Proposal usulan Bupati Jembrana nomor 610/081/PUPRPKP/2022 pada 20 Januari 2022. Proposal kepada kementerian, diwujudkan alokasi anggaran pekerjaan pembangunan pengaman pantai Pebuahan. [*]

Editor : Hari Puspita
#kerusakan pantai #abrasi di jembrana