Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Puluhan Warga Korban Keracunan Makanan di Acara Keagamaan Membaik, Polres Lakukan Penyelidikan

Muhammad Basir • Rabu, 1 November 2023 | 01:30 WIB
Ilustrasi warga keracunan makanan di Jembrana, Bali.
Ilustrasi warga keracunan makanan di Jembrana, Bali.

NEGARA- Warga yang diduga keracunan makanan saat kegiatan keagamaan di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, sudah mulai stabil dan kembali beraktivitas. Hanya ada dua pasien yang menjalani rawat inap di Puskesmas II Negara dan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara. Kedua pasien yang dirawat inap juga sudah mulai stabil, tidak mengalami muntah dan diare.

Sukirman, penanggungjawab acara mengatakan, warga yang datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan muntah, mual dan diare diduga karena mengkonsumsi makanan yang dibagikan saat acara tidak ada tambahan lagi. Total hanya 52 orang. "Dua doang yang menjalani rawat inap dan kondisinya sudah stabil," jelasnya.

Sementara 50 orang lagi yang menjalani rawat jalan, sudah sehat dan kembali beraktivitas biasa. "Warga yang sebelumnya mengalami diare sudah sembuh," ungkapnya.

Mengenai dugaan makanan yang membuat warga muntah, mual hingga diare, pihaknya belum bisa memastikan jenis makanan yang membuat warga diduga keracunan. Karena pada saat acara, makanan yang dibagikan hasil dari sumbangan setiap kepala keluarga (KK) yang masing -masing 5 bungkus.

Dari total 120 KK terkumpul sekitar 600 nasi bungkus, sedangkan sate dan gule dimasak sendiri oleh panitia.

Selaku penanggungjawab acara, Sukirman sudah memenuhi panggilan polisi untuk pemeriksaan. Sementara sampel makanan juga sudah ambil untuk diteliti oleh dinas terkait.

Direktur RSU Negara Ni Putu Eka Indrawati dikonfirmasi terpisah mengatakan, satu orang pasien rujukan puskesmas masih menjalani rawat inap. Pasien berusia 14 tahun, kondisinya sudah sehat dan tidak mengalami mual, muntah dan diare. "Sudah tidak mual dan diare lagi," terangnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jembrana Agus Riwayanto Diputra mengatakan, kasus dugaan keracunan masih diselidiki. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jembrana untuk melakukan pemeriksaan sampel makanan yang sudah diserahkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, I Made Dwipayana menjelaskan, pihaknya sudah menerima sampel sebanyak 6 sampel dari Polres Jembrana. Sampel makanan akan dilakukan pengujian kandungan dalam makanan yang menyebabkan warga keracunan.

Sementara mengenai dugaan keracunan, diduga karena bakteri. Akan tetapi untuk memastikan lagi perlu dilakukan pengujian di laboratorium. "Sampel makanan kami kirim ke Denpasar," ujarnya.

Dwipayana memastikan seluruh warga yang sebelumnya mendapat perawatan karena mengalami diare,  kondisinya sudah stabil. "Sudah stabil. Dua orang pasien anak itu dirawat karena kekurangan cairan, sehingga harus di rawat inap, namun kondisinya sudah stabil," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 52 orang warga Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, diduga mengalami keracunan makanan yang dikonsumsi dalam sebuah acara. Rentang waktu warga yang mengalami keracunan, sekitar 6-7 jam setelah mengkonsumsi makanan dengan rata-rata merasakan mual dan muntah. ***

Editor : Donny Tabelak
#acara keagamaan #keracunan makanan #diare #polres jembrana