NEGARA- Ombak besar sepekan terkahir membuat warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru was-was. Pasalnya pantai yang tergerus abrasi, membuat hantaman ombak besar semakin dekat dengan rumah warga, bahkan beberapa rumah warga rusak.
Karena ombak besar terjadi pada malam hari, warga tidak bisa tidur dan berjaga untuk mengantisipasi ombak besar menghancurkan rumah mereka.
Ombak terbesar terjadi saat bulan purnama dan setelah bulan purnama dari Sabtu hingga Selasa lalu. "Malam hari warga cemas, ombak besar datang bertubi tubi menghantam pesisir," ujar Hariyanto, warga pesisir Pebuahan.
Menurut Hariyanto, warga sebenarnya sudah terbiasa dengan ombak besar yang terjadi. Mengingat abrasi pantai yang parah sudah menghancurkan ratusan rumah warga pesisir, namun ombak besar yang terjadi beberapa hari terakhir terasa lebih besar dan menakutkan. "Saat ombak besar, kita siap siaga semua," ungkapnya.
Ombak besar yang terjadi saat bulan purnama, semakin memperparah abrasi pantai. Karena itu, rencana pembangunan senderan pantai sepanjang 1,9 meter pada tahun 2024 mendatang sudah ditunggu warga. Sehingga, setelah senderan terbangun, warga tidak lagi cemas setiap ombak besar datang.
Seperti diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah menganggarkan pembangunan senderan pantai Pebuahan sebesar Rp 48 miliar.
Pembangunan senderan berdasarkan proposal usulan Bupati Jembrana nomon610/081/PUPRPKP/2022 pada 20 Januari 2022, kepada pemerintah pusat untuk membangun senderan pantai, khususnya Pantai Pebuahan. ****
Editor : Donny Tabelak