Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pengabenan di Museum Manusia Prasejarah Bukan Membakar Kerangka, tapi Ini Spirit Ritualnya

Muhammad Basir • Rabu, 24 Januari 2024 | 22:05 WIB
BERUSIA PURBA : Beberapa benda koleksi museum prasejarah di Jembrana. (dok.radar bali)
BERUSIA PURBA : Beberapa benda koleksi museum prasejarah di Jembrana. (dok.radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Rencana pengabenan kerangka yang ada di Museum Manusia Prasejarah, menuai kontroversi karena ada yang beranggapan pengabenan dengan membakar kerangka manusia pra sejarah yang menjadi koleksi museum.

Padahal, pengabenan yang dimaksud bukan pengabenan dengan membakar kerangka melainkan pengabenan kusa pranawa.

Artinya, upacara pengabenan dengan menggunakan sarana pengawak daun alang-alang yang merupakan simbolis badan manusia.

"Bukan kerangkanya kita aben dengan cara dibakar, tetapi ambil simbol saja," ujar Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Selasa (23/1/2024).

Pengabenan  menurut Bupati ada dua jenis, pengabenan biasa dan pengabenan kusa pranawa.

Upacara pengabenan kusa pranawa yang akan digelar di Museum Manusia Prasejarah, kerangka manusia yang menjadi koleksi museum tidak dibakar, tetap diganti dengan simbol lain seperti ilalang.

Harapan bupati dengan terselenggaranya pengabenan kusa pranawa sebagai upacara penyucian sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan umat Hindu Bali.

"Saya sebagai bupati mengambil tugas untuk melakukan pengabenan kusa pranawa untuk penyucian. Harapanya, menjadi karma baik agar Jembrana semakin baik, program pemerintah berjalan dengan baik, termasuk Jembrana emas 2026 bisa terlaksana," tegasnya.

Rencana pengabenan kusa pranawa yang akan digelar pada 1 Februari mendatang, sudah terbentuk panitia yang melibatkan seluruh Majelis Alit dan seluruh Bendesa Adat se-Kecamatan Melaya.

Museum Manusia Prasejarah yang ada Kelurahan Gilimanuk, merupakan museum satu-satunya di Bali.

Selama ini sudah sering menjadi objek penelitian akademisi dan peniliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, bahkan sejumlah temuan kerangka manusia prasejarah di sekitar Kelurahan Gilimanuk menjadi koleksi perguruan tinggi.

"Saya dapat informasi juga ada sekitar 2270 jenis berada di laboratorium UGM Yogyakarta," ungkapnya.

Selain pengabenan terhadap manusia prasejarah juga untuk menjaga kebersihan kabupaten Jembrana secara niskala. Bupati Tamba juga mengajak krama desa adat yang masih memiliki keluarga yang telah diaben dan belum disucikan untuk bisa mengikuti rangkaian upacara yadnya ini secara gratis. [*]

Editor : Hari Puspita
#pengabenan #Negara #museum purbakala