NEGARA,radarbali.id -Musibah melanda keluarga I Komang Wita di Melaya Jembrana. Atap teras rumah warga Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, ambruk dan menimpa anak pemilik rumah, Minggu( 28/1).
Diduga akibat kondisi kayu yang sudah lapuk, sehingga tidak mampu menahan beban atap genting yang sempat diguyur hujan sebelumnya.
Pelaksana tugas Kepala BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, peristiwa ambruknya atap rumah terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WITA.
Pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 09.00 WITA dan langsung menunju lokasi kejadian. "Ambruknya atap ruma karana kondisi kayu rumah sudah lapuk," jelasnya.
Pihaknya sudah menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi untuk membantu warga yang atap berukuran 6 x 4 meter ambruk dan melakukan kajian cepat mengenai kebutuhan korban.
Agus menjelaskan, dari keterangan pemilik ruma I Komang WITA, 52, pada saat kejadian anak pemilik rumah sedang bermain di teras rumah dan tiba-tiba teras rumah ambruk menimpa anaknya, Ni Ketut Ayu Lestari, 10.
"Anak pemilik rumah yang mengakibatkan punggung mengalami memar," jelasnya.
Anak pemilik rumah saat ini sudah dilarikan ke Puskesmas 1 Melaya untuk diberikan pertolongan. "Kebutuhan mendesak, terpal, sembako, matras, dan family kit segera dikirimkan," tegasnya.
Sehari sebelumnya, pihaknya juga mendapat sejumlah laporan akibat hujan dera dan angin kencang yang terjadi, Sabtu (27/1) lalu. Diantaranya, tiga rumah di Banjar Yeh Mekecir Desa Dangin Tukadaya, mengalami kerusakan genting jatuh akibat angin kencang.
Selain itu, rumah rusak di Banjar Kepuh Sari Desa Mendoyo Dauh Tukad, kerusakan atap rumah jebol akibat hujan lebat dan angin kencang. Kemudian satu rumah rusak di Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng dan pohon tumbang di Lingkungan Mertasari Kelurahan Loloan Timur yang menutup akses jalan Mertasari - Loloan Timur dan sekitarnya.
Terpisah, Perbekel Desa Mendoyo Dauh Tukad I Gusti Putu Ediana menjelaskan, ada dua rumah warga Banjar Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang saat hujan dan angin, Sabtu (27/1) lalu. Beruntung tidal ada korban jiwa, namun pemilik rumah terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga.
Rumah yang tertimpa pohon tumbang milik Gusti Putu Suardana, 50 dan I Made Sutarma, 60.Kedua warga tersebut tidak mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Jembrana untuk memberikan bantuan kepada kedua warga," ujarnya.
Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN untuk perbaikan kabel yang putus karena tertimpa pohon dan jatuh ke jalan.***
Editor : M.Ridwan