NEGARA, Radar Bali.id - Libur panjang pada Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek, diprediksi terjadi lonjakan arus lalu lintas kendaraan wisatawan domestik masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Dua kapal besar untuk bantuan disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Syamsuddin mengatakan, masa libur panjang mulai kemarin (8/2/2024) hingga Minggu (11/2/2024). “Sampai siang ini masih landai,” ujarnya.
Namun pihaknya memprediksi terjadi lonjakan kendaraan yang masuk Bali pada Kamis sore hingga malam. Kemudian Jumat sore hingga malam juga diprediksi terjadi lonjakan kendaraan wisatawan domestik yang masuk Bali.
“Untuk libur Imlek, estimasi sore nanti ada lonjakan khususnya kendaraan kecil yang masuk Bali,” jelasnya.
Pihaknya sudah mengantisipasi libur panjang ini dengan dua kapal bantuan yang biasanya untuk melayani Lintas Ketapang-Lembar.
Kapal sementara akan digunakan untuk bantuan di Pelabuhan Ketapang Gilimanuk untuk mengurai jika terjadinya kepadatan, terutama saat malam hari. "Karena biasanya terjadi peningkatan malam hari, berbarengan dengan angkutan logistik, maka dua kapal bantuan akan disiapkan," jelasnya.
Kapal bantuan yang disiapkan KMP Jatra II dan KMP Nawasena, disiagakan untuk melayani Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk, apabila nantinya terjadi kepadatan kendaraan.
Dua kapal berkapasitas besar ini, sudah pernah digaunakan saat angkutan libur Tabaru dan mampu mengurangi kemacetan.
Namun demikian, meksipun diprediksi terjadi kepadatan kendaraan, pihaknya tidak ada pembatasan kendaraan di jalur penyeberangan Selat Bali. Karena peningkatan kendaraan tidak signifikan seperti saat mudik Lebaran dan Libur Nataru.
"Dua kapal besar ini sudah dapat mengantisipasi kepadatan kendaraan, tidak perlu memberlakukan pembatasan," tegasnya. [*]
Editor : Hari Puspita