Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Angkutan Siswa di Jembrana Sudah Launching tapi Masih Belum Beroperasi, Ternyata Ini Penyebabnya

Muhammad Basir • Kamis, 21 Maret 2024 | 05:20 WIB
BELUM JALAN : Angkutan desa yang akan digunakan untuk angkutan sekolah gratis bagi siswa SMP. (m.basir/radar bali)
BELUM JALAN : Angkutan desa yang akan digunakan untuk angkutan sekolah gratis bagi siswa SMP. (m.basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali. id - Angkutan sekolah gratis bagi siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Jembrana belum berjalan.

Padahal, angkutan sekolah gratis tersebut sudah diluncurkan secara resmi oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba awal bulan Maret lalu. Saat peluncuran, angkutan gratis tersebut ditargetkan terlaksana setelah Hari Raya Nyepi.

Kepala Bidang Perhubungan I Gede Ariadi mengatakan, program angkutan sekolah gratis memang masih belum terlaksana. Karena ada sejumlah kendala teknis yang belum selesai ditangani. "Belum berjalan, kemungkinan Minggu depan ini akan dimulai," ujarnya.

Menurutnya, kendala yang dihadapi untuk melaksanakan program angkutan titik kumpul yang belum selesai ditentukan. Pihaknya kesulitan menentukan titik kumpul karena berkaitan dengan jumlah siswa yang akan diantar jemput.

"Mengenai titik kumpul ini, harus dipikirkan matang sebelum menentukan. Karena berkaitan dengan jarak tempuh siswa dari tempat tinggal menuju titik kumpul," ungkapnya.

Selain masalah penentuan titik kumpul yang belum kelar, jumlah siswa yang ikut dalam satu lokasi titik kumpul angkutan sekolah gratis juga masih belum final.

Karena sejumlah titik kumpul hanya ada yang hanya dua atau tiga siswa, sedangkan jaraknya cukup jauh. Hal ini dinilai tidak efektif dan efisien untuk dilaksanakan, sehingga perlu ditambah lagi jumlah siswa yang akan diantar jemput.

Dengan proses penentuan titik kumpul ini, jumlah siswa akan bertambah lagi. Pada saat peluncuran program sebanyak 169 siswa SMPN kurang mampu yang terdaftar di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "Mungkin nanti jumlah bertambah," ungkapnya.

Seperti diketahui, Bupati Jembrana I Nengah Tamba meluncurkan angkutan gratis bagi siswa siswi tidak mampu di tingkat sekolah tingkat menengah pertama (SMP) se- Jembrana. Angkutan sekolah gratis yang diberi nama Trans Bahagia ini, merupakan salah satu janji politik pada saat maju sebagai calon tahun 2020 lalu.

Sebanyak 20 armada disiapkan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jembrana untuk melayani 169 siswa SMP kurang mampu yang terdaftar di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Para siswa tersebut nantinya akan diantar jemput ke- 14 SMP Negeri yang ada di Kabupaten Jembrana. Layanan Trans Bahagia diharapkan dapat   bermanfaat sebagai angkutan sekolah gratis bagi para siswa kategori kurang mampu di Jembrana.

Program ini juga bermanfaat bagi angkutan umum yang digunakan. Karena di  tengah minimnya penumpang umum saat ini, angkutan sekolah gratis dengan memanfaatkan angkutan umum, membuat transportasi umum di Jembrana kembali bangkit. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#siswa #angkutan #jembrana