Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Air Laut Surut, Warga Pesisir Pantai Perancak Jaring Rumput Laut yang Hanyut

Muhammad Basir • Jumat, 10 Mei 2024 | 17:30 WIB

 

REZEKI TAMBAHAN: Warga mencari rumput laut yang hanyut di pesisir pantai Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana
REZEKI TAMBAHAN: Warga mencari rumput laut yang hanyut di pesisir pantai Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana

NEGARA, radarbali.id - Air laut surut menjadi ladang rejeki bagi warga pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana. Saat istirahat mencari ikan, warga menjaring tumbuhan dari laut yang sudah hanyut untuk dijual kepada pengepul. Tumbuhan laut tersebut sargassum adalah spesies rumput laut cokelat.

Warga yang sebagian besar nelayan, hanya mencari tumbuhan laut ini saat air laut surut seperti beberapa hari terakhir. Puluhan orang pesisir Desa Perancak, membuat jaringan khusus untuk menangkap tumbuhan yang hanyut.

Jaring itu berbentuk seperti karung memanjang setelah beberapa jam mengumpulkan dari tengah laut dangkal, dibawa ke darat untuk dikumpulkan. "Kalau airnya tinggi ngak bisa nyari," ujar I Nyoman Lastra salah satu warga.

Tumbuhan sejenis rumput laut ini kemudian dijemur sampai kering. Kemudian dijual kepada pengepul yang datang setiap sepekan sekali. Setiap kilogramnya, dijual antara Rp 1400 atau Rp 1500, tergantung kondisinya. Jika kering maksimal, harganya mahal.

Dalam seminggu, setiap warga yang menjual tumbuhan laut kering ini bisa mengantongi uang rata-rata sekitar Rp 1 juta, tergantung jumlah rumput laut yang dikumpulkan dan terjual. "Lumayan buat tambahan," imbuh pria yang juga nelayan ini.

Namun demikian, pencari rumput laut ini mengaku tidak mengetahui pasti akan digunakan untuk apa. "Katanya untuk kosmetik. Ada juga yang bilang untuk bahan makanan. Tidak tahu juga pastinya," ujarnya.

Senada diungkapkan I Wayan Derna, nelayan yang juga mencari rumput laut yang hanyut di pinggiran laut Desa Perancak. Ketika air laut surut, berkah bagi warga sekitar untuk mencari rumput laut ini.

"Hanya nyari aja untuk dijual. Tidak tahu juga buat apa. Katanya buat campuran kosmetik," imbuhnya.

Bersama puluhan warga lain, hanya memiliki waktu beberapa hari mencari rumput laut yang hanyut karena tergantung siklus pasang surut air laut. "Tidak setiap hari ada, tergantung air laut surut. Biasanya tiga bulan sekali," terangnya.***

 

 

 

Editor : M.Ridwan
#rumput laut #warga pesisir #jaring #pantai perancak #radarbali