NEGARA, Radar Bali.id - Kasus penularan cacar monyet atau monkeypox (Mpox) menjadi perhatian Dinas Kesehatan Jembrana. Karena kasus penyaluran sudah terjadi di luar Bali, seperti Jawa Timur.
Apalagi akan ada pertemuan Indonesia -Africa Forum (IAF) awal bulan September mendatang, Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali menjadi perhatian.
Kepala Dinas Kesehatan Jembrana Made Dwipayana mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan petugas kesehatan untuk melakukan pemantauan yang lebih ketat terhadap masyarakat yang ada potensi untuk penularan cacar monyet.
Jika ada temuan atau laporan akan segera kita tindaklanjuti. ”Kami sehari hari melakukan surveilans terhadap masyarakat yang ada potensi,” ujarnya.
Menurutnya, sampai saat ini untuk Bali, khususnya di Jembrana belum ditemukan kasus cacar monyet. Namun demikian harus diantisipasi, mengingat Jembrana berbatasan dengan Jawa Timur yang sudah ada kasus cacar monyet. ”Penularan sangat memungkinkan, karena kondisi (orang yang tertular) di awal sehat. Setelah sakit, muncul ruam mulai sakit,” terangnya.
Penularan melalui orang yang masuk Bali melalui jalur darat, tetap harus diantisipasi.
Tetapi justru yang mengkhawatirkan masuknya cacar monyet ini masuk Bali melalui jalur kedatangan internasional di Bandara. Karena kasus cacar monyet ini lebih banyak terjadi di laut negeri.
Terkait dengan pengamanan dengan protokol kesehatan di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, terutama jelang kegiatan IAF saat ini belum ada instruksi khusus kepada Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi Bali.
Namun Pelabuhan Gilimanuk, sudah ada Karantina Kesehatan Pelabuhan, dibawah Kementerian Kesehatan yang berwenang.
Saat ini sudah ada pos pemantauan dari Karantina Kesehatan Pelabuhan, secara khusus memantau lalu lintas orang yang masuk Bali. ”Kami siap kalau diminta untuk mem-backup di Pelabuhan Gilimanuk,” ujarnya.
Dengan upaya surveilans yang dilakuan tenaga kesehatan dan layanan kesehatan yang ada di Jembrana, pihaknya berharap tidak ada kasus cacar monyet terjadi.
”Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan segera melaporkan jika mengalami gejala yang mencurigakan," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita