Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sempat Mangkrak, Aset Bangunan Anjungan Cerdas Konservasi Jadi Milik TNBB, Ini Penyebabnya

Muhammad Basir • Selasa, 17 September 2024 | 21:10 WIB
MILIK TAMAN NASIONAL : Bangunan ACK di kawasan hutan Cekik, TNBB. (m.basir/radar bali)
MILIK TAMAN NASIONAL : Bangunan ACK di kawasan hutan Cekik, TNBB. (m.basir/radar bali)

Bangunan Anjungan Cerdas Konservasi (ACK) tersebut berada di pinggir jalan Denpasar – Gilimanuk. Tepatnya di dalam kawasan hutan Cekik, Taman Nasional Bali Barat (TNBB), sudah sepenuhnya menjadi aset Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan pengelola Balai TNBB.

CUKUP berliku bangunan ini dibangun. Sebelumnya, bangunan tersebut merupakan aset dari pemerintah Kabupaten Jembrana, karena dibangun menggunakan anggaran dari APBD Jembrana pada tahun 2017-2019, masa pemerintahan I Putu Artha dan I Made Kembang Hartawan.

Namun saat ini sudah berpindah tangan menjadi aset TNBB. ”Terkait ini, ACK sudah menjadi aset BTNBB. Berita acara mengenai aset sudah ada,” tegas Kepala Balai TNBB Prawono Meruanto, Senin (16/9/2024).

Karena sudah menjadi aset dari Balai TNBB, maka selanjutnya akan merencanakan pemanfaatan aset berupa bangunan tersebut.

Saat ini, karena baru sah menguasai aset sementara akan menjaga aset tersebut meskipun masih belum ada anggaran pemeliharaan.

Pihaknya berharap, ada masyarakat atau kelompok masyarakat yang mau manfaatkan bangunan tersebut untuk kegiatan usaha yang bermanfaat bagi masyarakat tanpa menganggu konservasi, mengingat bangunan berada di tengah hutan konservasi TNBB. ”Sebelumnya  sudah ada yang bertanya mengenai pemanfaatan aset, tetapi belum ada tindak lanjut,” tegasnya.

Perlu diketahui, Bangunan yang berada di dalam kawasan hutan Cekik, Taman Nasional Bali Barat (TNBB), tidak terawat. Padahal bangunan yang dibuat pemerintah kabupaten Jembrana tahun 2017 itu, menelan anggaran miliaran rupiah dari APBD Jembrana.

Bahkan sejak selesai dibangun tahun 2019, ACK tidak pernah digunakan. Jika melihat ke dalam areal ACK dan masuk ke dalam bangunan dengan dominasi berbahan kayu, sudah banyak bagian bangunan rusak.

Alat pengolah sampah organik yang sebelumnya berada di dalam salah atau bangunan juga hilang.

Sejak proses pembangunan, ACK sudah menuai pro-kontra. Karena lahan yang digunakan merupakan aset dari Kementerian Lingkungan Hidup yang dikelola Balai TNBB, sedangkan anggaran pembangunan APBD Jembrana sekitar Rp 5 miliar.

Awalnya, antara pemerintah kabupaten Jembrana dan Kementerian Lingkungan Hidup kerjasama selama 5 tahun, terhitung dari tahun 2017.

Hingga kerjasama berakhir tahun 2021, ACK belum pernah dimanfaatkan. Bahkan sejumlah bagian bangunan rusak, fasiltas dan sarana prasarana ada yang hilang.

Karena hingga kerjasama berkahir tidak dimanfaatkan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan evaluasi dan diputuskan aset bangunan ACK tersebut menjadi aset TNBB, bukan lagi aset Pemerintah Kabupaten Jembrana. [*]

Editor : Hari Puspita
#Aset Pemkab #jembrana #TNBB