NEGARA, Radar Bali.id - Dua orang warga Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, mendapat serangan dari seekor anjing yang diduga rabies.
Karena setelah menggigit, anjing yang sempat kabur ditemukan mati. Sampel masih diperiksa di di Laboratorium Balai Besar Veteriner (BBvet).
Meskipun belum dipastikan anjing yang menggigit positif rabies, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana menerjunkan tim vaksinasi emergency, mulai Senin (21/10/2024). Tim Jembrana langsung menelusuri dan melakukan penanganan kasus.
”Tim sudah mengunjungi korban serta melakukan vaksinasi emergency di sekitar lokasi terjadi gigitan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pertanian dan Pangan Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, Senin (21/10/2024).
Menurutnya, dari informasi yang diterima ada dua orang menjadi korban gigitan, Kamis (17/10/2024). Kedua korban juga sudah mendapat pengamanan medis dan suntikan vaksin Antirabies. Sedangkan anjingnya diambil untuk dijadikan sampel ke laboratorium.
Anjing dengan ciri-ciri warna hitam tersebut. Dua korban menderita luka gigitan pada tangannya. Setelah menggigit, anjing kabur hingga ke Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya. Anjing yang sama diduga menggigit anak perempuan berusia 5 tahun. Tidak lama kemudian anjing tersebut mati.
Pihaknya sudah memerintahkan petugas Medikvet dibantu dengan tim siaga rabies (Tisira) tingkat desa serta seluruh masyarakat yang memelihara HPR agar tetap peduli dengan peliharaannya.
Lebih baik anjingnya di kandangkan dan diikat agar tidak kontak dengan anjing liar yang berpotensi menularkan rabies. [*]
Editor : Hari Puspita