Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Puncak Arus Balik Minggu Malam, Penyeberangan Berangsur Normal Kembali

Muhammad Basir • Senin, 7 April 2025 | 13:37 WIB
KELAR PUNCAK ARUS BALIK : Kendaraan yang baru keluar dari kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (6/4/2025). (m.basir/radar bali)
KELAR PUNCAK ARUS BALIK : Kendaraan yang baru keluar dari kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (6/4/2025). (m.basir/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Pada arus balik lebaran di Pelabuhan Lintas Ketapang - Gilimanuk, terjadi peningkatan baik yang masuk Bali maupun keluar Bali.

Peningkatan drastis terjadi sejakdua hari terakhir dan puncaknya terjadi Minggu (6/4/2025) malam. Namun lalu lintas kendaraan masuk Bali, tidak terjadi penumpukan kendaraan seperti pada musim mudik keluar Bali sebelum Lebaran.

Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, lalu lintas kendaraan masuk Bali meningkat drastis dibandingkan dengan hari normal. Kendaraan yang masuk Baluk, didominasi kendaraan penumpang dan motor. Tetapi tidak menimbulkan antrean kendaraan yang masuk Bali di pos-pos pemeriksaan.

Selain kendaraan yang masuk Bali, lalu lintas kendaraan yang keluar Bali juga mengalami peningkatan drastis. Bahkan diperkirakan kendaraan yang keluar Bali hampir sama denga jumlah kendaraan yang masuk Bali, terutama kendaraan penumpang.

Manajer Usaha Pelabuhan Gilimanuk Ryan Dewangga menjelaskan, lalu lintas kendaraan  pemudik pada masa arus balik lebaran terjadi peningkatan drastis sejak dua hari terakhir.

Pihaknya memprediksi peningkatan drastis atau puncak tejadi padi Minggu (6/4/2025) malan kemarin. ”Sudah dua hari ini yang masuk Bali meningkat drastis. Puncak arus balik semestinya nanti malam (Minggu malam),” ujarnya.

Arus balik masuk Bali, jauh berbeda dengan saat arus mudik. Pengguna jasa penyeberangan tidak datang bersamaan, tetapi hampir merata setiap harinya sehingga tidak terjadi penumpukan  kendaraan seperti pada saat arus mudik keluar Bali.

Ribuan orang dang kendaraan keluar Bali di waktu yang hampir bersamaan, sehingga menumpuk dan mengakibatkan antrean panjang kendaraan yang akan keluar Bali.

 ”Produksi angkutan penyeberangan setiap harinya merata,tidak seperti saat arus mudik yang hampir bersamaan menyeberang dan akhirnya menumpuk di pelabuhan,” terangnya.

Menurutnya, puncak arus balik seiring dengan berakhirnya libur sekolah dan cuti lebaran. Selain

itu, sebagian pemudik umumnya kembali ke tempat kerja masing - masing tujuh hari setelah hari

raya Idulfitri. Karena itu, pihaknya tetap mengantisipasi hingga penyeberangan lintas Ketapang Gilimanuk kembali normal.

Sementara itu, berdasarkan data produksi lintas Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk, Sabtu (5/4/2025).Jumlah penumpang yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 54.096 orang,

 

kendaraan yang masuk total 15.386 unit, terdiri dari roda dua 8.501 unit, kendaraan kecil 5.731 unit, bus 332 unit dan truk 822 unit.

Sebaiknya yang keluar Bali, pada hari yang sama, penumpang yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 43.530 orang, kendaraan yang masuk total 9.006 unit, terdiri dari roda dua 2.075 unit, kendaraan kecil 5.690 unit, bus 464 unit dan truk 777 unit. [*]

Editor : Hari Puspita
#libur lebaran #arus balik #jembrana #penyeberangan #pelabuhan gilimanuk