Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hasil Nihil di Pencarian Hari Terakhir KMP Tunu Pratama Jaya

Muhammad Basir • Selasa, 15 Juli 2025 | 13:18 WIB
NIHIL : Pergerakan operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya oleh tim SAR gabungan di hari terakhir. Operasi Senin (14/7/2025). (foto: Pos AL Gilimanuk, Jembrana)
NIHIL : Pergerakan operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya oleh tim SAR gabungan di hari terakhir. Operasi Senin (14/7/2025). (foto: Pos AL Gilimanuk, Jembrana)

NEGARA, Rada Bali.id - Operasi pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, setelah dua kali perpanjangan operasi, berakhir Senin (14/7/2025).

Selama 13 hari pencarian sejak kapal tenggelam, sebanyak 48 orang  ditemukan dari total penumpang dan anak buah kapal sebanyak 65 orang kalau mengacu data manifes.

Berdasarkan data dari posko operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya, jumlah sebanyak 65 orang terdiri dari penumpang yang terdata dalam manifes sebanyak 53 orang dan anak buah kapal 12 orang.

Korban yang ditemukan selamat 30 orang dan 18 orang meninggal. Sehingga korban yang belum ditemukan 17 orang, penumpang maupun anak buah kapal.

Sementara itu, operasi pencarian masih dilakukan tim SAR gabungan di perairan Selat Bali, baik di wilayah perairan Banyuwangi, Jawa Timur dan perairan Jembrana, Bali. Pencarian di wilayah Jembrana, melakukan penyisiran di tengah laut dan darat oleh tim SAR gabungan.

Pada operasi pencarian kemarin, menggunakan 5 unit armada laut, Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB milik TNI AL, RHIB dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jembrana, serta dua unit speedboad milik Polairud Polda Bali dan Polres Jembrana.

”Pencarian juga dilakukan di darat oleh personil sar gabungan dengan melakukan penyisiran pesisir pantai wilayah Jembrana,” ujar Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Cokorda Gede Parta Pemayun.

Pada operasi pencarian hari terakhir kemarin, setelah tiga hari diperpanjang, masih belum menemukan korban lagi, terakhir 48 korban ditemukan.

 ”Kami juga  sudah minta kepada nelayan, agar melaporkan kepada instansi terkait apabila ada temuan korban di tengah laut,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan kelanjutan operasi setelah dua kali perpanjangan, akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh oleh tim SAR gabungan di posko induk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. ”Apakah ada kemungkinan untuk diperpanjang lagi operasi pencarian atau ditentukan, tergantung evaluasi nanti,” terangnya.

Menurutnya, apabila nantinya tetap dilanjutkan dengan operasi pencarian, pihaknya akan menerjunkan personil untuk operasi kemanusiaan ini. Harapannya, semua korban bisa ditemukan.

Apabila nantinya operasi tidak diperpanjang lagi, personilnya tetap akan melakukan operasi siaga untuk mengantisipasi adanya korban yang ditemukan lagi setelah operasi berakhir. ”Demi kemanusiaan, kami akan terlibat penuh untuk operasi pencarian dan evakuasi ," ujarnya.

Seperti diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya, tenggelam pada Rabu (2/7) sekitar pukul 23.22 WIB atau Kamis (3/8) sekitar pukul 00.22 WITA. Kapal membawa 22 unit kendaraan, penumpang sesuai dengan manifes sebanyak 53 orang dan anak buah kapal 12 orang.

Namun jumlah person on board, digunakan lebih dari yang terdata. Karena sejumlah penumpang yang ditemukan, baik yang selamat dan meninggal, banyak yang tidak terdata dalam manifes. [*]

Editor : Hari Puspita
#KMP Tunu Pratama Jaya #kapal tenggelam #basarnas #pencarian korban