Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sempat Krodit Gegara Banyak Kapal Tak Laik Beroperasi, Antrean Pelabuhan Gilimanuk akhirnya Terurai

Muhammad Basir • Jumat, 18 Juli 2025 | 14:07 WIB
SEMPAT MENGANTRE LAMA : Antrean kendaraan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang di areal parkir Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (17/7/2025). (Foto: M.Basir/Radar Bali)
SEMPAT MENGANTRE LAMA : Antrean kendaraan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang di areal parkir Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (17/7/2025). (Foto: M.Basir/Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Antrean panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk masih padat, Kamis (17/7/2025). Antrean kendaraan memadati areal parkir Pelabuhan Gilimanuk hingga di Jalan Denpasar - Gilimanuk. Kroditnya lalu lintas kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk ini akibat dari pengurangan kapal yang beroperasi.

Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk kemarin (17/7/2025), antrean kendaraan yang akan keluar Bali mulai berkurang, dibandingkan Rabu (16/7/2025) lalu.

Antrean didominasi angkutan barang, memadati areal parkir Pelabuhan Gilimanuk. Jalan Denpasar - Gilimanuk juga dipadati kendaraan. ”Kalau dibandingkan kemarin (Rabu lalu,16/7/2025), sudah jauh berkurang,” ujar Sony, salah satu warga Gilimanuk.

Berkurangnya kendaraan yang akan keluar Bali yang terjebak antean, karena kapal yang dioperasikan sudah mulai lebih banyak dari sebelumnya. Rabu pagi, sebanyak 23  unit kendaraan yang dioperasikan. Jumlah ini. Masih kurang dari jumlah kendaraan yang dioperasikan saat hari normal, hingga 31 kendaraan ketika terjadi kepadatan kendaraan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Yannes Kurniawan dalam keterangan persnya menyampaikan, berkaitan dengan antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, karena ada keterbatasan jumlah kapal yang beroperasi di dermaga Landing Craft Machine (LCM) atau dermaga plengsengan. ”Pengurangan ini akibat proses inspeksi dan perbaikan yang masih berlangsung atas rekomendasi dari regulator,” jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dari PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Wangi. Sejumlah kapal eks LCT yang sebelumnya ditunda operasionalnya, sejak Rabu sore lalu sudah diberikan dispensasi terbatas untuk kembali beroperasi.

Namun ada beberapa ketentuan yang boleh beroperasi, hanya kapal dengan ketidaksesuaian  minor yang diizinkan untuk berlayar sementara. Dari total 15 kapal yang sebelumnya sempat ditunda untuk melayani penyeberangan, empat kapal sudah diberikan izin sementara. Yakni KMP Agung Samudera IX, KMP Jambo VI, KMP Liputan XII dan Kmp Samudra Utama. ”Kapal -kapal tersebut hanya diizinkan mengangkut muatan maksimal 75 persen dari kapasitas pengolahan yang diizinkan tanpa membawa penumpang dan kendaraan kecil,” terangnya.

Pihaknya akan memastikan seluruh kendaraan dilakukan penimbangan dan pengaturan kendaraan guna menjaga keselamatan pelayaran. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan KSOP dan stakeholder terkait untuk mempercepat  normalisasi layanan penyebrangan, sehingga antrean kendaraan yang sudah mencapai lebih 2 kilometer bisa segera terurai. ”Keselamatan dan keamanan pelayaran tetap menjadi prioritas dalam setiap pengambilan kebijakan operasional," tegasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#selat bali #gilimanuk #jembrana #penyeberangan