NEGARA, Radar Bali.id - Rabies melonjak di wilayah Bali barat. Kasus positif rabies di Jembrana 7 bulan terakhir jauh melampaui kasus selama tahun 2024 sebayak 54 kasus.
Sejauh ini kasus positif sebanyak 76 kasus Januari - Juli, didominasi dari wilayah Kecamatan Mendoyo sehingga menjadi prioritas vaksinasi massal untuk mencegah penyebaran virus yang menular melalui gigitan hewan penular rabies.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan I Gusti Ngurah Putu Sugiarta mengatakan, kasus positif rabies di Jembrana berdasarkan hasil uji sampel di laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar, menunjukkan hasil yang cukup tinggi.
”Kasus positif sudah melampaui kasus positif rabies selama tahun 2024,” ujar kepala bidang yang baru menjabat tiga Minggu ini, Senin (21/7/2025).
Sampel yang dikirim ke laboratorium, sebagian besar berasal dari anjing yang sebelumnya sudah menggigit orang. Karena itu, setelah terjadi kasus gigitan dan sampel dinyatakan positif, langsung melakukan vaksinasi darurat di sekitar lokasi gigitan untuk mencegah penyebaran rabies meluas. ”Para korban juga sudah mendapat penanganan medis dan suntikan vaksin antirabies,” jelasnya.
Selain melakukan vaksinasi darurat di lokasi sekitar terjadi kasus gigitan, juga melakukan vaksinasi massal untuk seluruh desa kepada semua hewan penular rabies, anjing, kucing dan monyet.
Vaksinasi masal ini memprioritaskan wilayah zona merah, seperti daerah Kecamatan Mendoyo yang memiliki kasus terbanyak kasus positif rabies.
Vaksinasi massal yang dilakukan sejak bulan Januari hingga bulan Juni lalu dari total estimasi populasi hewan penular rabies sebanyak 41.669 ekor, sudah divaksin sebanyak 13.764 ekor atau 33 persen dari total estimasi populasi.
Pihaknya menargetkan vaksinasi hingga 80 persen atau 100 persen dari total estimasi populasi, sehingga kasus positif rabies bisa ditekan. ”Semakin banyak yang divaksin, maka semakin baik untuk mencegah penyebaran virus," tegasnya. [*]
Editor : Hari Puspita