JEMBRANA, Radar Bali.id - Pesisir pantai antara Banjar Pebuahan dan Air Anakan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, kini menjadi arena balap motor liar.
Ini terjadi di setiap akhir pekan, terutama saat air laut surut, belasan motor adu cepat di lintasan pasir, memicu pro-kontra di kalangan masyarakat.
Antara Hiburan dan Ancaman Keselamatan
Aktivitas balap liar ini menarik perhatian banyak pengunjung. Beberapa di antaranya menganggapnya sebagai hiburan.
"Daripada di jalan raya, mending di pantai. Lumayan jadi tontonan," ujar salah seorang pengunjung, Minggu (21/9/2025) sore.
Namun, tidak sedikit warga yang menentang keras kegiatan ini karena dianggap membahayakan. Pantai yang seharusnya menjadi tempat wisata keluarga yang aman, kini berubah menjadi lokasi yang berisiko bagi kenyamanan dan keamanan pengunjung yang ingin bersantai.
"Kami tidak bisa leluasa bermain di pantai. Takut tertabrak balap motor," keluh seorang warga. Kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan fatal, baik bagi para pembalap maupun wisatawan, semakin meningkat.
Razia Polisi Tak Mampu Hentikan Balap Liar
Balap motor di pantai ini sejatinya dilarang. Pihak kepolisian sering kali melakukan razia dan memberikan pembinaan, tetapi aktivitas balap liar tetap kembali terulang.
Warga berharap pihak berwenang dapat meningkatkan pengawasan. Mereka menginginkan agar Pantai Pebuahan dan Air Anakan tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman, bukan arena balapan yang mengancam keselamatan.[*]
Editor : Hari Puspita