JEMBRANA, Radar Bali.id – Para nelayan yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, menaruh harapan besar agar proyek pengembangan PPN Pengambengan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) segera dilaksanakan.
Pelaksanaan proyek ini sangat dinantikan karena dianggap sebagai solusi utama untuk mengatasi masalah sedimentasi kolam labuh yang selama ini menghambat aktivitas pelayaran.
Masalah sedimentasi pada kolam labuh PPN Pengambengan telah menjadi keluhan utama nelayan, terutama penyempitan dan pendangkalan pada area pintu masuk.
"Jalur masuk kolam labuh sekarang sempit sekali, tidak bisa bersamaan. Ini menyulitkan, terutama untuk perahu atau kapal besar," ujar Nengah Suwenia, salah seorang nelayan Pengambengan.
Menurut para nelayan, pihak PPN Pengambengan sebelumnya telah berjanji bahwa pengerukan sedimentasi akan dilakukan bersamaan dengan dimulainya proyek pengembangan tersebut. Oleh karena itu, nelayan sangat berharap rencana pengembangan pelabuhan ini bisa segera terealisasi.
Menanggapi harapan tersebut, Kepala Sub Bagian Umum PPN Pengambengan, Lukman Hadi, menjelaskan bahwa rencana pembangunan proyek pengembangan PPN Pengambengan akan segera dimulai.
"Rencananya, peletakan batu pertama akan dilakukan pada akhir bulan November," kata Lukman Hadi.
Meski demikian, Lukman menyebutkan bahwa jadwal pasti pelaksanaan masih sangat bergantung pada proses tender yang saat ini sedang berlangsung.
"Saat ini masih proses tender. Apabila sudah ada pemenangnya, peletakan batu pertama bisa mundur ke Desember atau awal Januari (tahun depan)," terangnya, memastikan bahwa pembangunan akan langsung dimulai setelah pemenang tender ditetapkan.[*]
Editor : Hari Puspita