Perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik menyasar warga Jembrana disabilitas dan lansia. Karena berdasarkan laporan dari desa, masih banyak warga disabilitas yang belum memiliki KTP elektronik dan lansia yang masih memiliki KTP lama.
INI tentu bukan pekerjaan mudah untuk menyasar mereka. Karena tidak bisa dilakukan dengan cara normal. Perekaman khusus lansia dan disabilitas dengan sistem jemput bola ke rumah masing-masing.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Jembrana Gede Sujana mengatakan, perekaman KTP elektronik untuk warga Jembrana saat ini tidak hanya menyasar warga berusia 17 tahun yang sudah wajib memiliki KTP.
Karena pihaknya menerima banyak permohonan dari desa, bahwa masih ada warga lansia dan disabilitas belum memiliki KTP Elektronik.
”Ada yang memang sama sekali tidak punya KTP, ada juga yang memiliki KTP lama sehingga harus perekaman,” jelasnya.
Warga yang belum memiliki KTP terutama disabilitas. Karena keterbatasan diri dan keluarganya, belum melakukan perekaman KTP elektronik. Seperti warga yang memiliki disabilitas fisik dan mental, belum memiliki KTP elektronik karena memang belum perekaman meskipun usianya sudah wajib KTP.
Menurutnya, pada saat perekaman KTP elektronik warga disabilitas ini harus bekerja ekstra. Seperti ketika menghadapi warga disabilitas mental dan fisik, petugas harus membantu sepenuhnya hingga perekaman selesai.
Selain menyasar dari rumah ke rumah warga disabilitas disabilitas dan lansia, pihaknya juga gencar melakukan perekaman KTP elektronik ke sekolah - sekolah.
”Perekaman jemput bola ke sekolah ini, untuk memudahkan siswa yang sudah wajib KTP untuk perekaman dan memaksimalkan perekaman KTP elektronik di Jembrana,” jelasnya. [*]
Editor : Hari Puspita