NEGARA , Radar Bali.id – Rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana, Bali, yang digadang-gadang akan menjadi pelabuhan perikanan terbesar dan bertaraf internasional, dipastikan mengalami penundaan.
Proyek bernilai lebih dari Rp 1 triliun yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, mulanya direncanakan dimulai akhir November 2025, namun harus mundur hingga paling cepat Januari 2026.
Penundaan ini terjadi lantaran proses tender internasional yang sedang berlangsung untuk menentukan perusahaan pelaksana belum rampung.
Tender Internasional Butuh Ketelitian Ekstra
Kepala Sub Bagian Umum PPN Pengambengan, Lukman Hadi, membenarkan bahwa groundbreaking proyek ditunda karena pemenang tender belum diumumkan.
"Masih proses tender. Belum selesai," jelas Lukman.
Menurutnya, kompleksitas proyek ini menuntut proses tender dilakukan secara internasional, menarik minat perusahaan dari dalam dan luar negeri. Hal ini memerlukan waktu dan ketelitian yang ekstra dari Kelompok Kerja (POKJA) pusat.
"Tender internasional itu POKJA pusat butuh effort yang luar biasa, karena pesertanya tidak hanya dari dalam, namun dari luar negeri juga ikut tender," ungkapnya.
Lukman menegaskan, peletakan batu pertama sangat bergantung pada selesainya proses tender tersebut, yang diperkirakan paling cepat selesai pada awal tahun depan.
Pengembangan Tiga Zona dan Kapasitas Fantastis
Meskipun tertunda, proyek ini dipastikan tetap berjalan. PPN Pengambengan akan dikembangkan di atas lahan seluas 36 hektare, termasuk penambahan daratan baru melalui reklamasi.
PPN baru ini akan dibagi menjadi tiga zona utama:
- Kawasan Perkantoran: 5,2 hektare
- Area Kapal Kecil dan Bisnis: 6 hektare
- Kawasan Industri: 24,8 hektare
Rencana pembangunannya akan bergulir secara bertahap:
- Tahun 2026: Pembangunan dermaga, kolam labuh, reklamasi, serta sosialisasi dan seleksi investor.
- Tahun 2027: Pembangunan fasilitas penunjang dan kelanjutan seleksi investasi.
- Tahun 2028: Penyelesaian pembangunan total, pemindahan seluruh kapal dari Pelabuhan Benoa ke Pengambengan, dan pembukaan kawasan.
Setelah rampung, PPN Pengambengan diproyeksikan mampu menampung hingga 1.600 kapal, meningkat drastis dari kapasitas saat ini yang hanya 1.273 kapal. Produktivitas tangkapan ikan pun diperkirakan melonjak dua kali lipat, dari 61.300 ton menjadi 124.000 ton per tahun.[*]
Editor : Hari Puspita