Upaya Solusi Sampah di Jembrana: Mesin Pengolah Sampah RDF Tiba, Ditarget Mampu Olah 30 Ton Limbah Per Hari
Muhammad Basir• Jumat, 28 November 2025 | 20:40 WIB
DIHARAP MAMPU MENUNTASKAN: Peralatan untuk mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF)tiba di Jembrana. (M.Basir/Radar Bali)
NEGARA, Radar Bali.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Jembrana mengatasi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh, Desa Kaliakah, mulai menunjukkan titik terang.
Peralatan untuk mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali, kini telah tiba dan sedang dalam proses perakitan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, mengatakan mesin ini memiliki kapasitas produksi besar yang diharapkan dapat mengurangi volume sampah secara signifikan."Peralatan sudah datang, sekarang proses perakitan," ujar Ary Candra.
Siap Olah 30 Ton Sampah Setiap 8 Jam
Mesin pengolah RDF ini ditargetkan selesai dirakit pada pertengahan bulan Desember mendatang, dengan rencana uji coba perdana pada awal tahun 2026.
Peralatan canggih ini mampu memproduksi RDF—bahan bakar alternatif pengganti batu bara—dengan kapasitas hingga 30 ton setiap 8 jam.
Ary Candra menegaskan, prioritas pengolahan mesin RDF ini adalah sampah baru yang menumpuk di samping Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), selain sampah lama yang sudah menggunung.
“Dengan kapasitas produksi itu, bisa mengurangi sampah yang ada di TPA,” tandasnya, optimis bahwa teknologi ini akan menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah Jembrana.[*]